Times Malut – Pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tidore Kepulauan memasuki babak baru dengan hadirnya Marijang Football Academy (MFA), sebuah akademi sepak bola yang mengusung semangat “Building Character Through Football” atau Membangun Karakter Melalui Sepak Bola.

Akademi ini lahir dari keyakinan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi sarana meraih prestasi, tetapi juga media pendidikan yang mampu membentuk karakter, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta semangat kebersamaan bagi generasi muda.

Sebagaimana filosofi yang dipegang akademi tersebut, “Setiap gunung mengajarkan bahwa puncak tidak pernah dicapai dengan jalan yang mudah. Dibutuhkan keberanian untuk memulai, ketekunan untuk bertahan, dan disiplin untuk terus melangkah. Dari filosofi itulah Marijang Football Academy lahir—membimbing setiap anak menapaki proses menuju puncak prestasi,.”

Marijang Football Academy didirikan sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda melalui sistem pembinaan yang profesional, terarah, dan berkelanjutan. Bagi MFA, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari banyaknya trofi yang diraih, tetapi juga dari kualitas karakter yang tumbuh dalam diri setiap pemain.

Karena itu, seluruh proses pembinaan dirancang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga berintegritas, beretika, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Nama “Marijang” diambil dari salah satu penyebutan lain Gunung Tidore, ikon alam yang menjadi simbol kebesaran, keteguhan, dan jati diri masyarakat Tidore. Filosofi tersebut menjadi identitas utama akademi dalam membangun sistem pembinaan.

Sebagaimana gunung yang berdiri kokoh menjulang tinggi, Marijang melambangkan kekuatan, ketangguhan, semangat untuk terus bertumbuh, serta tekad untuk mencapai puncak prestasi melalui proses, kerja keras, dan disiplin.

Menurut pengurus MFA, gunung tidak pernah mengajarkan jalan pintas menuju puncaknya. Setiap langkah membutuhkan kesabaran, keberanian, dan ketekunan. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi dalam membina setiap pemain agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter sekaligus berprestasi.

Marijang Football Academy secara resmi dibentuk pada 23 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Pemilihan tanggal tersebut bukan sekadar kebetulan, tetapi menjadi simbol komitmen bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang untuk tumbuh, belajar, bermimpi, dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Bagi MFA, Hari Anak Nasional memiliki makna yang sangat mendalam. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus memperoleh perlindungan, pendidikan, dan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Karena itu, akademi ini hadir sebagai rumah pembinaan yang memberikan ruang yang aman, positif, dan inspiratif bagi anak-anak untuk bertumbuh melalui sepak bola.

Di Marijang Football Academy, sepak bola dipandang sebagai ruang pendidikan kehidupan. Melalui latihan dan pertandingan, anak-anak diajarkan arti disiplin, saling menghargai, bekerja sama, bertanggung jawab, menghadapi kegagalan dengan lapang dada, serta meraih keberhasilan dengan rendah hati. Semangat Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap program pembinaan harus selalu berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak, karena anak-anak hari ini adalah harapan Indonesia di masa depan.

Dalam menjalankan roda organisasi, Marijang Football Academy dipimpin oleh Gunawan Nurhasan sebagai Ketua, Suyono Sahmil sebagai Sekretaris, Zainab Rahantan sebagai Bendahara, dan Bustamin Muksin sebagai Head Coach.

Di bawah kepengurusan tersebut, MFA berkomitmen membangun organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pembinaan jangka panjang. Seluruh pengelolaan akademi dilaksanakan melalui sistem yang terstruktur dengan mengedepankan kolaborasi antara pengurus, pelatih, orang tua, dan para pemain sebagai satu kesatuan dalam proses pembinaan.

Bermarkas di Kelurahan Goto, Kota Tidore Kepulauan, Marijang Football Academy menjadi pusat pembinaan sepak bola usia muda yang berorientasi pada pengembangan jangka panjang.

Program pembinaan disusun secara bertahap sesuai kelompok usia dengan memperhatikan perkembangan fisik, mental, dan psikologis anak. Pembinaan meliputi peningkatan kemampuan teknik dasar, pemahaman taktik, kecerdasan bermain, pembentukan kondisi fisik, mental bertanding, hingga pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak pesepak bola yang utuh.

MFA menerapkan prinsip bahwa proses pembinaan harus berlangsung secara menyenangkan, edukatif, dan kompetitif sesuai tahapan perkembangan anak sehingga setiap pemain memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimilikinya.

Selain melaksanakan program latihan rutin, Marijang Football Academy juga aktif membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia muda.

Melalui penyelenggaraan festival, kompetisi, pendidikan pelatih, pengembangan kapasitas organisasi, kegiatan sosial, serta kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, MFA berupaya menghadirkan sistem pembinaan yang modern, profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

Akademi ini meyakini bahwa keberhasilan pembinaan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara akademi, keluarga, sekolah, masyarakat, dan organisasi sepak bola sebagai satu ekosistem yang saling mendukung.

Dalam filosofi pembinaannya, Marijang Football Academy menegaskan bahwa prestasi tidak pernah lahir secara instan. Prestasi merupakan buah dari proses yang benar, sistem yang kuat, latihan yang konsisten, lingkungan yang sehat, serta komitmen semua pihak yang terlibat.

Oleh karena itu, setiap aktivitas pembinaan diarahkan untuk membentuk pemain yang memiliki kemampuan teknik yang baik, kecerdasan dalam mengambil keputusan, daya juang yang tinggi, mental yang tangguh, serta karakter yang mampu menjadi teladan di dalam maupun di luar lapangan.

Di Marijang Football Academy, kemenangan bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan dengan benar. Akademi ini percaya bahwa pemain yang berkarakter akan menjadi atlet yang hebat, dan atlet yang hebat akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Sebagai pedoman dalam setiap aktivitas pembinaan, MFA mengusung tagline “Discipline • Respect • Excellence.” Nilai Discipline diwujudkan melalui penanaman kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam latihan maupun kehidupan sehari-hari. Respect menjadi prinsip untuk membangun sikap saling menghormati terhadap pelatih, rekan satu tim, lawan, perangkat pertandingan, orang tua, dan seluruh elemen sepak bola. Sementara Excellence menjadi semangat untuk terus berkembang, berani bermimpi, bekerja keras, dan memberikan kemampuan terbaik demi mencapai prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter.

Lebih dari sekadar tempat berlatih sepak bola, Marijang Football Academy ingin menjadi rumah bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, bermimpi, dan membangun masa depan. Setiap latihan dipandang sebagai proses pendidikan, setiap pertandingan sebagai ruang pembelajaran, dan setiap pemain sebagai amanah yang harus dibimbing dengan penuh tanggung jawab.

Sebagaimana Marijang yang berdiri teguh menjaga Pulau Tidore, akademi ini berkomitmen menjadi fondasi lahirnya generasi pesepak bola yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi. Marijang Football Academy percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk mencapai puncaknya sendiri, dan tugas akademi adalah membimbing setiap langkah mereka melalui pembinaan yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.

Bagi Marijang Football Academy, membangun manusia selalu lebih penting daripada sekadar memenangkan pertandingan. Dengan semangat “Discipline • Respect • Excellence”, MFA berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, hingga Indonesia, serta melahirkan generasi yang unggul di lapangan, berkarakter dalam kehidupan, dan mampu mengharumkan nama daerah maupun bangsa. (On-Kun)