Times Malut — Ketua Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Provinsi Maluku Utara, Rudiyanto Tutuly, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Festival Piala Kemerdekaan KNPI Kota Tidore Kepulauan yang berlangsung pada 5–9 Agustus 2026.
Rudiyanto Tutuly menilai penyelenggaraan festival sepak bola usia dini tersebut merupakan langkah positif dalam mendorong pembinaan dan pengembangan sepak bola usia dini di Maluku Utara.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terlaksananya Festival Usia Dini yang diselenggarakan oleh KNPI Kota Tidore Kepulauan pada tanggal 5–9 Agustus 2026,” ujar Rudiyanto Tutuly.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki arti penting bagi perkembangan sepak bola usia dini karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan mereka melalui kompetisi.
Ia berharap perhatian dan komitmen KNPI Kota Tidore Kepulauan dalam mendorong pembinaan sepak bola usia dini dapat terus berlanjut.
“Saya berharap perhatian dan komitmen KNPI Kota Tidore Kepulauan dalam mendorong pembinaan sepak bola usia dini dapat terus berlanjut. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang dan menjadi bagian dari proses lahirnya pemain-pemain berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Maluku Utara,” ujarnya.
Rudiyanto juga menyampaikan bahwa kompetisi usia dini memberikan manfaat tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi para pelatih. Melalui pertandingan, para pelatih dapat melihat secara langsung perkembangan, kemampuan, serta progres anak-anak yang selama ini mereka bina.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami para pelatih sepak bola dapat melihat secara langsung perkembangan dan progres anak-anak didik yang kami latih. Pertandingan menjadi salah satu sarana untuk mengevaluasi sejauh mana proses latihan yang selama ini dilakukan,” ungkapnya.
Ia menilai pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan proses yang panjang dan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi kepemudaan, sekolah sepak bola, akademi, pelatih, orang tua, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Rudiyanto, festival usia dini juga bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman, membangun mental bertanding, meningkatkan kemampuan teknis, serta belajar menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.
APSSI Maluku Utara, kata dia, menyambut baik berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkembang melalui sepak bola. Ia berharap Festival Piala Kemerdekaan KNPI Kota Tidore Kepulauan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan dan melahirkan talenta-talenta sepak bola yang mampu membawa nama baik Kota Tidore Kepulauan dan Maluku Utara di tingkat yang lebih tinggi.
Festival Piala Kemerdekaan KNPI Kota Tidore Kepulauan yang berlangsung pada 5–9 Agustus 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi investasi pembinaan generasi muda dan salah satu langkah untuk mempersiapkan masa depan sepak bola Maluku Utara. (On-Kun)

Tinggalkan Balasan