TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) memulai pembangunan 36 unit rumah layak huni bagi masyarakat di Desa Domato, Kabupaten Halmahera Barat. Program senilai Rp 2,4 miliar itu didanai melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly mengapresiasi dukungan BTN yang berkontribusi dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat. Ia berharap sinergi pemerintah dan sektor perbankan terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah.
“Rumah yang layak menjadi fondasi kehidupan. Dari keluarga yang kuat akan lahir desa yang kuat, kabupaten yang kuat, provinsi yang kuat, hingga negara yang kuat,” ujar Sherly, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut dia, rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang utama pembentukan karakter dan kualitas hidup keluarga.
Sherly mengatakan, pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengingat pengalamannya saat mengunjungi Desa Sidangoli Dehe pada 2025, ketika menemukan puluhan keluarga telah tinggal di atas laut selama hampir dua dekade dalam kondisi yang tidak layak.
Pengalaman itu, kata dia, menjadi salah satu dasar pemerintah memprioritaskan pembangunan kawasan hunian baru. Tahap awal mencakup 36 unit rumah dan direncanakan berkembang hingga sekitar 100 unit dengan dukungan pemerintah dan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menilai Maluku Utara memiliki prospek ekonomi yang sangat baik. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang tinggi perlu diikuti dengan peningkatan layanan keuangan dan penyediaan infrastruktur.
“Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 19,64 persen, tertinggi secara nasional, ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh sekitar 37 persen serta peningkatan investasi dan pembentukan modal tetap bruto sebesar 17,75 persen,” kata Nixon.
Ia menambahkan, BTN tidak hanya berperan sebagai lembaga perbankan, tetapi juga mendukung digitalisasi layanan keuangan pemerintah, penguatan sistem ekonomi, dan peningkatan pelayanan publik di daerah.(*)

Tinggalkan Balasan