Times Malut – Festival KNPI Kota Tidore Kepulauan bertajuk Junior Football Tournament 2026 resmi berakhir setelah empat hari menjadi ruang temu pembinaan dan kompetisi bagi pesepak bola usia dini di Maluku Utara. Kegiatan tersebut ditutup langsung oleh Lurah Dowora, Anwar Bachtiar, di Lapangan Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, pada Minggu (25/1/2026).
Turnamen yang diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan bekerja sama dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur ini menghadirkan sejumlah SSB dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara. Kegiatan ini secara khusus mempertandingkan kelompok usia 9, 10, 11, dan 12 tahun sebagai bagian dari pembinaan sepak bola usia dini yang terstruktur. Lebih dari sekadar pertandingan, festival ini menjadi ruang belajar, pembinaan karakter, serta penguatan ekosistem sepak bola usia dini.
Dalam sambutannya, Lurah Dowora Anwar Bachtiar mengapresiasi inisiatif KNPI Kota Tidore Kepulauan dan SSB Bintang Timur untuk menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda. Menurutnya, pembinaan olahraga sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan ruang, kontinuitas, dan dukungan lintas pihak.
Anwar menegaskan komitmen Pemerintah Kelurahan Dowora untuk membuka dan mendorong pemanfaatan Lapangan Kelurahan sebagai pusat aktivitas pengembangan talenta olahraga, khususnya sepak bola usia dini. Ia menilai, lapangan kelurahan tidak boleh sekadar menjadi fasilitas pasif, tetapi harus hidup sebagai ruang pembinaan, latihan, dan kompetisi yang terencana.
“Lapangan kelurahan harus menjadi tempat lahirnya mimpi dan disiplin anak-anak kita. Selama kegiatan itu positif dan mendidik, pemerintah kelurahan siap mendukung,” ujar Anwar.
Sementara itu, Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menyampaikan bahwa Festival KNPI Junior Football Tournament 2026 merupakan bagian dari komitmen KNPI untuk mengambil peran strategis sebagai fasilitator dan penggerak kegiatan kepemudaan yang berdampak nyata, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui olahraga.
Ia menekankan bahwa festival ini tidak dimaksudkan sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai bagian dari upaya membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan. Karena itu, KNPI mendorong kolaborasi erat dengan Sekolah Sepak Bola dan para pelatih sebagai aktor utama pembinaan di lapangan, terutama dalam pendampingan kelompok usia 9 hingga 12 tahun.
Menurut Mansyur, para pelatih SSB memiliki peran sentral dalam membentuk dasar teknik bermain, menanamkan nilai sportivitas, serta membangun karakter disiplin dan kerja sama sejak usia dini. Turnamen ini, kata dia, menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan peran pelatih dalam ekosistem pembinaan sepak bola daerah.
“Pembinaan usia dini tidak bisa instan dan tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan sinergi antara komunitas, pelatih, organisasi kepemudaan, dan dukungan pemerintah,” tegas Mansyur.
Festival KNPI Junior Football Tournament 2026 pun ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta. Lebih dari itu, kegiatan ini meninggalkan harapan agar Lapangan Kelurahan Dowora terus menjadi ruang tumbuh bagi bakat-bakat muda sepak bola dan kegiatan kepemudaan yang sehat serta berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan