Times Malut – Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan, Suyono Sahmil, yang juga merupakan putra Kelurahan Dowora, menyampaikan bahwa Lapangan Kelurahan Dowora sudah waktunya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Menurutnya, lapangan tersebut kini menunjukkan perkembangan signifikan melalui berbagai kegiatan berskala besar yang berhasil dilaksanakan dalam beberapa waktu terakhir.
Suyono menjelaskan, geliat aktivitas di Lapangan Kelurahan Dowora mulai kembali aktif setelah sukses menjadi pusat pelaksanaan FOMASIGARO CUP 2025, sebuah event sepak bola berskala Kecamatan Tidore Timur yang resmi dimulai pada Sabtu, 14 Juni 2025 dan ditutup pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bangkitnya pemanfaatan lapangan sebagai ruang pembinaan generasi muda, olahraga, dan kebersamaan masyarakat, setelah kurang lebih 20 tahun lapangan tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan olahraga berskala besar.
Menurutnya, pelaksanaan FOMASIGARO CUP 2025 menjadi titik balik kebangkitan Lapangan Kelurahan Dowora, yang sebelumnya cukup lama tidak menjadi pusat penyelenggaraan event olahraga besar. Tingginya antusiasme masyarakat sepanjang pelaksanaan turnamen hingga penutupan menjadi sinyal kuat bahwa lapangan tersebut masih memiliki daya tarik besar sebagai pusat aktivitas olahraga dan kepemudaan.
“Sejak pelaksanaan FOMASIGARO CUP 2025 pada 14 Juni hingga penutupan 26 Juli 2025, Lapangan Dowora mulai kembali aktif dan menunjukkan potensinya sebagai pusat kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda. Ini seperti momentum kebangkitan kembali lapangan yang sudah lama tidak digunakan untuk event besar,” ujar Suyono.
Tidak berhenti di situ, setelah suksesnya kegiatan tingkat kecamatan, Lapangan Kelurahan Dowora kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Bintang Timur Cup kategori Usia 17 Tahun se-Maluku Utara yang diinisiasi oleh Pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Timur. Turnamen tersebut menjadi wadah kompetisi sekaligus pembinaan talenta muda sepak bola dari berbagai daerah di Maluku Utara.
Menariknya, pada pelaksanaan Bintang Timur Cup U-17 se-Maluku Utara, mulai tersedia panggung atau tribun utama yang bersifat non permanen untuk menunjang pelaksanaan pertandingan. Tribun tersebut dibangun secara swadaya oleh pengurus SSB Bintang Timur.
“Alhamdulillah, saat pelaksanaan Bintang Timur Cup U-17 sudah ada panggung atau tribun utama meskipun masih bersifat non permanen. Ini menunjukkan bahwa lapangan ini terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan olahraga,” kata Suyono.
Setelah itu, Lapangan Kelurahan Dowora kembali menjadi pusat penyelenggaraan Festival Pembinaan Usia Dini kategori 9–12 tahun yang dilaksanakan oleh SSB Bintang Timur, sebagai bagian dari komitmen pembinaan sepak bola usia muda sejak dini.
Tidak berhenti di situ, setelah suksesnya festival tersebut, kembali digelar Event Sepak Bola Usia 9 Tahun yang dilaksanakan melalui kerja sama antara SSB Bintang Timur dan Forum Sekolah Sepak Bola Seluruh Indonesia (FOSSBI) Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan terhadap talenta muda sepak bola usia dini di Maluku Utara, sekaligus mempertegas peran Lapangan Kelurahan Dowora sebagai pusat pembinaan olahraga anak-anak.
Selanjutnya, lapangan tersebut kembali dipadati aktivitas melalui Festival Pembinaan Usia Dini yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kategori usia 9–12 tahun, yang diikuti kurang lebih 650 anak-anak dari berbagai kabupaten/kota se-Maluku Utara. Kegiatan ini menjadi salah satu festival pembinaan usia dini dengan jumlah peserta cukup besar dan memperlihatkan tingginya antusiasme terhadap sepak bola usia dini di Maluku Utara.
Pusat perhatian terhadap Lapangan Kelurahan Dowora kembali meningkat saat digelarnya Dandim Cup-I Tahun 2026, yang berlangsung di lapangan tersebut. Turnamen sepak bola yang telah berakhir pada beberapa hari lalu berhasil menyita perhatian masyarakat dan menjadi salah satu event olahraga yang menghadirkan antusiasme besar dari penonton. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, KNPI Kota Tidore Kepulauan turut mengambil bagian sebagai pendukung kegiatan, sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan olahraga dan pembinaan generasi muda di daerah.
Menurut Suyono, tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan Dandim Cup-I 2026 menjadi indikator bahwa Lapangan Kelurahan Dowora memiliki daya tarik dan potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat.
“Saat pelaksanaan Dandim Cup-I 2026, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Penonton membludak dan ini membuktikan bahwa sepak bola di Dowora memiliki daya tarik besar. Kebetulan KNPI juga menjadi bagian dari pendukung kegiatan tersebut,” ujarnya.
Namun demikian, di balik tingginya animo masyarakat terhadap berbagai event olahraga yang terus berkembang, Suyono menyayangkan kondisi sarana dan prasarana pendukung Lapangan Kelurahan Dowora yang dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, fasilitas penunjang seperti tribun permanen, area penonton, pagar pengaman, ruang ganti pemain, toilet, hingga infrastruktur dasar lainnya masih membutuhkan peningkatan agar dapat menunjang event olahraga berskala lebih besar.
“Tingginya antusiasme masyarakat dan banyaknya event yang telah digelar seharusnya menjadi perhatian bersama. Sangat disayangkan ketika fasilitas pendukung lapangan belum mendapat perhatian maksimal, padahal lapangan ini telah membuktikan kemampuannya menjadi pusat kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda,” tegas Suyono.
Ia berharap, keberhasilan sejumlah event yang telah berlangsung di Lapangan Kelurahan Dowora, mulai dari FOMASIGARO Cup 2025, Bintang Timur Cup U-17 se-Maluku Utara, Pembinaan Usia Dini melalui Festival SSB Bintang Timur dan Festival KNPI Tidore, Festival usia 9 tahun bersama FOSSBI Maluku Utara, hingga Dandim Cup-I 2026, dapat menjadi pertimbangan serius bagi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk meningkatkan fasilitas lapangan.
Menurutnya, perhatian terhadap Lapangan Kelurahan Dowora bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pembinaan karakter, pengembangan bakat olahraga, dan masa depan generasi muda di Kota Tidore Kepulauan.

Tinggalkan Balasan