TIMES MALUT – Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara menindaklanjuti kisah Aidil, bocah berusia 9 tahun yang tinggal bersama ibunya di ruang tunggu Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate.
Kepala Dinas Sosial Maluku Utara Zen Kasim mengatakan pihaknya telah menjemput Aidil dan ibunya, Masita, untuk ditempatkan sementara di wisma sambil menunggu proses pemulangan ke Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
“Ibu ini belum ada biaya untuk balik ke Tobelo. Kalau perlu nanti tim saya antar sampai ke Tobelo,” kata Zen, Kamis, 22 Mei 2026.
Aidil dan ibunya diketahui sudah sekitar satu bulan berada di pelabuhan karena tidak memiliki ongkos pulang.

Kisah Aidil ini viral setelah ia bercerita kepada pasangan suami istri, Anto dan Liana, di kawasan Landmark Kota Ternate. Dalam perbincangan itu, Aidil mengaku berjualan cokelatos untuk membantu kebutuhan hidup bersama ibunya setelah kedua orang tuanya bercerai.
Karena keterbatasan ekonomi, Aidil terpaksa putus sekolah saat duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.
Meski begitu, Aidil mengaku masih memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Laut. Ia berharap bisa kembali bersekolah agar dapat meraih cita-citanya tersebut.
Selain itu, Aidil berharap kisah hidupnya dapat diketahui Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda,” Ibu Sherly, saya ingin sekolah lagi,” kata Aidil.
Sehari-hari, Aidil berjualan cokelatos pada malam hari, sedangkan siang hari ia bersama ibunya beristirahat di ruang tunggu pelabuhan sambil melihat kapal-kapal yang datang dan berlabuh.
Aidil tampak tersenyum ketika dagangan cokelatos miliknya diborong pasangan suami istri yang mendengarkan kisah hidupnya. Meski hidup dalam keterbatasan, Aidil mengaku tetap ingin kembali sekolah.(*)

Tinggalkan Balasan