TIMES MALUT – Pengemudi ojek online (ojol) di Kota Ternate, Maluku Utara, Resky Awal Ramadhan, menyambut positif kebijakan penurunan potongan aplikasi menjadi 8 persen.

Menurut Resky, kebijakan tersebut membuat pendapatan yang diterima para pengemudi menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Setiap perjalanan kan kami yang bekerja setengah mati, tapi dulu potongannya besar. Sekarang alhamdulillah diturunkan jadi 8 persen, sehingga yang diterima driver sekitar 92 persen,” kata Resky, di Ternate, Rabu, 20 Mei 2026.

Ia menilai kebijakan itu sangat membantu pengemudi karena potongan yang dikenakan perusahaan aplikasi kini lebih kecil.

Resky mengatakan, perubahan tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan harian para driver. Ia menilai penghasilan yang diterima saat ini lebih layak dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi perjuangan para pengemudi yang selama ini menyuarakan aspirasi terkait besaran potongan aplikasi.

“Yang paling diinginkan driver sebenarnya dari dulu itu penurunan potongan. Mungkin baru sekarang didengar,” ujarnya.

Meski demikian, Resky menilai perusahaan aplikasi tetap memperoleh keuntungan. Namun, menurut dia, kondisi saat ini lebih seimbang karena penghasilan pengemudi menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Diketahui, kebijakan penurunan potongan aplikasi menjadi 8 persen disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026.

Kebijakan tersebut kemudian ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. (*)