TIMESMALUT, TIDORE – Bangunan pelabuhan penyebrangan Rum Kota Tidore Kepulauan kini sudah mulai rusak.

Proyek yang bersumber dari APBN sebesar Rp10 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT. Bangun Karya Timur itu resmikan pada 7 Januari 2022 lalu, Sabtu (30/9/2023).

Namun, bangunan tersebut tidak bertahan lama. Itu dilihat dari adanya beberapa tiang yang sudah mulai rusak serta plafon yang bocor pada saat turun hujan.

Hal itu kemudian mendapat soroton dari Praktisi Hukum Provinsi Maluku Utara Rizki Ikdal Peleger, Ia menilai proses pembangun pelabuhan itu terkesan asal jadi, sehingga bangunan tersebut tidak bertahan lama setelah dibangun.

“Saya menduga bangunan ini dibangun asal jadi, apalagi baru diresmikan tahun 2022 lalu, kenapa baru setahun lebih dibangun sekarang sudah banyak yang rusak,”ungkapnya.

Untuk itu, Rizki mendesak, instansi berwenang agar kembali memanggil kontraktor pelaksana proyek tersebut untuk diminta keterangan.

“Instansi yang berwenang harus periksa kembali kontraktor pelaksana proyek itu, karena ada sesuatu yang perlu diulas kembali. Kami menduga ada hal-hal yang di tidak benar, apalagi nilai proyek sangat fantastis, kenapa baru setahun dibangun sudah rusak,” tutupnya.(d)