TIMES MALUT – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (BEM FATEK UMMU) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Rektorat UMMU. Mereka menuntut keterbukaan pengelolaan biaya akademik dan perbaikan fasilitas kampus, Senin, 13 Juli 2026.
Aksi bertajuk Teknik Menggugat itu diwarnai orasi dan pembentangan poster. Mahasiswa menilai berbagai aspirasi yang sebelumnya disampaikan kepada pihak kampus belum mendapat tindak lanjut.
Koordinator aksi, Rahmat Abdullah, mengatakan mahasiswa meminta rektorat membuka informasi mengenai pengelolaan dana KKSD, biaya wisuda, uang sarana, serta komponen biaya akademik lainnya.
“Kami hadir untuk meminta kejelasan dan keterbukaan dari pihak rektorat. Mahasiswa berhak mengetahui pengelolaan biaya akademik serta memperoleh fasilitas pendidikan yang layak,” kata Rahmat.
Selain transparansi anggaran, mahasiswa juga menuntut perbaikan fasilitas kampus. Tuntutan itu meliputi penyediaan tenaga kebersihan di setiap program studi, pemasangan lampu penerangan di lingkungan kampus, penambahan tenaga kependidikan, transparansi pembongkaran Gedung Aula Utama, peninjauan kembali biaya akademik, hingga pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat universitas.
Rahmat menyebut tuntutan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengatur prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Menurut dia, mahasiswa akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga rektorat memberikan penjelasan dan langkah konkret.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Rektorat Universitas Muhammadiyah Maluku Utara belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak universitas.(*)

Tinggalkan Balasan