TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda menyerahkan bantuan mesin tempel kepada nelayan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara, Sofifi, Jumat, 17 Juli 2026. Bantuan tersebut disalurkan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bekerja sama dengan BRI dan Bank Mandiri.

Mesin yang dibagikan terdiri dari merek Yamaha dan Suzuki berkapasitas 15 PK dan 20 PK. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan nelayan dari sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu, Sherly meminta para nelayan disiplin membayar cicilan KUR agar tidak memiliki catatan kredit bermasalah.

“Saya minta bapak-bapak fokus mencicil tepat waktu. Jangan sampai catatan kredit (SLIK) menjadi merah atau macet karena pemerintah daerah menjadi penjamin bapak-bapak ke bank,” kata Sherly.

Sherly mengatakan, setelah kredit lunas dalam dua hingga tiga tahun, nelayan dapat kembali mengajukan KUR untuk membeli kapal baru sehingga usaha mereka bisa berkembang dan membuka lapangan kerja.

Menanggapi keluhan nelayan terkait akses pembiayaan, Pemprov Maluku Utara bersama Bank Mandiri menyepakati plafon KUR untuk program pembangunan bodi kapal dibuat lebih fleksibel, yakni Rp35 juta hingga Rp50 juta.

Pemprov Maluku Utara menargetkan penyaluran 1.000 unit mesin kapal sepanjang 2026. Dari alokasi awal sebanyak 443 unit, sebanyak 146 mesin telah disalurkan, termasuk 60 unit pada tahap ketiga penyerahan.

Selain itu, Pemprov Maluku Utara bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyiapkan penertiban rumpon ilegal milik kapal-kapal besar dari luar daerah yang beroperasi di perairan Maluku Utara. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait penertiban tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli.

Dalam program ini, seluruh penerima bantuan diwajibkan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Dengan kepesertaan tersebut, nelayan memperoleh perlindungan jaminan kecelakaan kerja, termasuk santunan bagi ahli waris apabila terjadi kecelakaan saat melaut.(*)