Times Malut — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan memperkuat komitmennya dalam mendorong perkembangan Sekolah Sepak Bola (SSB) melalui kerja sama dengan Tului United dalam pelaksanaan Tului Fest 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 25–29 November 2026 di Desa Tului, Kecamatan Oba, ini menjadi agenda penutup rangkaian Festival Sepak Bola Usia Dini KNPI sepanjang tahun 2026.

Kolaborasi KNPI Kota Tidore Kepulauan dengan Tului United merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperluas ruang pembinaan, meningkatkan kesempatan bertanding bagi anak-anak, serta mendorong tumbuhnya kegiatan sepak bola usia dini yang berkelanjutan di berbagai wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Sepanjang tahun 2026, KNPI Kota Tidore Kepulauan mengambil bagian dalam mendukung dan mengawal penyelenggaraan berbagai event sepak bola usia dini yang melibatkan SSB. Melalui keterlibatan tersebut, KNPI berupaya membangun ekosistem pembinaan yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, dan menanamkan nilai sportivitas sejak dini.

Tului Fest 2026 menjadi momentum penting untuk menutup rangkaian kegiatan tersebut. Festival ini menghadirkan pertandingan sepak bola kategori usia dini U-8, U-9, U-10, U-11, dan U-12, serta Lomba Juggling untuk kategori usia 9 dan 12 tahun.

Keterlibatan Tului United sebagai mitra penyelenggara menunjukkan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan komunitas sepak bola dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi generasi muda. Dengan kerja sama ini, diharapkan penyelenggaraan festival tidak hanya menjadi agenda pertandingan, tetapi juga bagian dari proses pembinaan sepak bola yang lebih terarah.

Ketua DPD KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menegaskan bahwa dukungan terhadap perkembangan SSB merupakan komitmen organisasi yang perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata dalam berbagai kegiatan.

“KNPI berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan SSB di Kota Tidore Kepulauan. Kami menyadari bahwa pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan dukungan dan kerja sama dari banyak pihak. Karena itu, KNPI berupaya terlibat aktif dalam membantu dan mengawal pelaksanaan event yang diselenggarakan oleh SSB maupun komunitas sepak bola,” ungkap Mansyur.

Menurutnya, kerja sama dengan Tului United melalui Tului Fest 2026 menjadi bagian dari semangat kolaborasi untuk memperluas kesempatan anak-anak dalam mengikuti kegiatan sepak bola usia dini, termasuk di wilayah Kecamatan Oba.

“Melalui kerja sama dengan Tului United, kami berharap Tului Fest 2026 dapat berlangsung dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak-anak serta perkembangan SSB. Kami ingin kegiatan seperti ini terus tumbuh, sehingga anak-anak di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk bermain, belajar, dan mengembangkan potensi mereka melalui sepak bola,” lanjutnya.

Mansyur juga menyampaikan bahwa penetapan Tului Fest 2026 sebagai penutup rangkaian festival sepak bola usia dini KNPI tahun ini bukan berarti berakhirnya komitmen organisasi dalam mendukung pembinaan sepak bola di daerah.

“Penutupan festival tahun 2026 ini harus menjadi momentum untuk memperkuat langkah ke depan. KNPI akan terus mendorong kolaborasi dengan SSB, pelatih, komunitas sepak bola, pemerintah, dan seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan sepak bola Kota Tidore Kepulauan. Membangun sepak bola tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama,” tegasnya.

Bagi KNPI, SSB memiliki peran strategis dalam membangun fondasi sepak bola daerah. Selain melatih kemampuan teknis, SSB juga menjadi ruang pendidikan karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, dan pembentukan mental anak-anak. Oleh karena itu, keberlangsungan kegiatan festival dan kompetisi usia dini perlu mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan.

Mansyur juga menegaskan, melalui kolaborasi dengan Tului United, KNPI Kota Tidore Kepulauan berharap semangat pembinaan sepak bola usia dini semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah. Sinergi antara organisasi kepemudaan, SSB, komunitas, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan dalam menciptakan lingkungan olahraga yang positif dan berkelanjutan.

Tului Fest 2026 pun diharapkan menjadi penutup rangkaian festival yang bermakna sekaligus pijakan untuk memperkuat agenda pembinaan sepak bola usia dini pada tahun-tahun berikutnya.

“Bagi kami di KNPI Kota Tidore Kepulauan, setiap festival bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian dari upaya bersama membangun generasi muda dan menyiapkan masa depan sepak bola Tidore dan Provinsi Maluku Utara. Karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, pengurus SSB, para pelatih, komunitas sepak bola, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dan mengambil bagian dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini. Kita membutuhkan sinergi, kepedulian, dan komitmen bersama agar SSB terus berkembang, anak-anak memperoleh kesempatan pembinaan yang layak, dan sepak bola daerah memiliki fondasi yang kuat untuk melahirkan talenta-talenta masa depan,” tutup Mansyur Djamal. (On)