TimesMalut – Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Provinsi Maluku Utara sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara, Rusni Sarbin, secara resmi menutup Marijang Fest 2026, Minggu (11/10/2026). Dalam festival sepak bola usia dini yang berlangsung selama empat hari tersebut, SSB IM Ternate dan Buldam Academy sukses meraih gelar juara I pada kategori U-12 dan U-10.

Marijang Fest 2026 diselenggarakan oleh Marijang Football Academy (MFA) Kota Tidore Kepulauan pada 8–11 Oktober 2026. Seluruh pertandingan berlangsung di Lapangan Kelurahan Goto, Kota Tidore Kepulauan, yang menjadi markas Marijang FA Tidore.

Dalam sambutannya, Rusni Sarbin mengapresiasi inisiatif dan komitmen Marijang Football Academy dalam menghadirkan kompetisi sepak bola bagi anak-anak usia dini. Menurutnya, kegiatan seperti Marijang Fest memiliki peran strategis dalam membuka ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, serta mendapatkan pengalaman bertanding sejak usia muda.

Ia menegaskan bahwa festival sepak bola usia dini tidak semata-mata berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan untuk melahirkan pemain-pemain berkualitas di masa depan. Hal tersebut membutuhkan pembinaan yang konsisten, dukungan orang tua, serta perhatian dan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung perkembangan sepak bola anak.

Rusni juga berharap Marijang Fest dapat menjadi inspirasi bagi para pemain muda untuk terus berlatih, menjaga kedisiplinan, menjunjung tinggi sportivitas, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita di dunia sepak bola.

Pada kategori U-12, SSB IM Ternate tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SSB Tugumuda Tidore, disusul SSB Olimpic di peringkat ketiga dan SSB Nuku Jr di posisi keempat.

Sementara itu, persaingan pada kategori U-10 menempatkan Buldam Academy sebagai juara pertama. SSB Nuku Jr menyusul di posisi kedua, Gamalama Sinar Utara menempati peringkat ketiga, sedangkan SSB Tunas Retox berada di posisi keempat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan sepak bola usia dini, Rusni Sarbin turut memberikan bonus kepada para pemenang. Dukungan tersebut menjadi wujud perhatian terhadap pengembangan potensi anak-anak sekaligus dorongan bagi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan melalui kompetisi yang positif dan berkelanjutan.

Dukungan juga datang dari Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris PSSI Maluku Utara, Abdul Rifai Sadoki, yang menyerahkan satu buah bola kepada setiap tim peserta. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan latihan serta mendukung keberlangsungan pembinaan pemain di masing-masing sekolah sepak bola (SSB).

Ketua Marijang Football Academy, Gunawan Nurhasan, menegaskan bahwa Marijang Fest bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, melainkan bagian dari komitmen MFA dalam membangun fondasi sepak bola sejak usia dini.

Menurut Gunawan, pembinaan pemain muda membutuhkan proses yang berkelanjutan, kesempatan bertanding yang memadai, serta dukungan dari berbagai pihak. Melalui proses tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat mental bertanding.

Ia berharap dukungan Perwosi Maluku Utara dan PSSI Maluku Utara dapat menjadi dorongan bagi peningkatan kualitas pembinaan sepak bola usia dini, khususnya di Kota Tidore Kepulauan dan Maluku Utara secara lebih luas.

Gunawan juga berharap Marijang Fest dapat terus digelar pada tahun-tahun mendatang dengan jangkauan peserta yang semakin luas. Dengan demikian, semakin banyak anak memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi, mengasah kemampuan, dan membangun karakter melalui olahraga sepak bola.

Berakhirnya Marijang Fest 2026 bukan sekadar menandai berakhirnya kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MFA Kota Tidore Kepulauan dalam mendorong kemajuan sepak bola usia dini.

Lebih dari hasil pertandingan dan gelar juara, festival ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, kerja sama tim, dan rasa saling menghormati. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak, tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. (On)