TIMES MALUT – Seorang siswa kelas X TKJ-2 di SMK Negeri 1 Tidore Kepulauan, Maluku Utara, dilaporkan mengalami cedera pada telinga setelah diduga dipukul oleh sesama siswa di lingkungan sekolah.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada 16 September 2026 sekitar pukul 11.00 WIT, di belakang musala sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Keluarga korban menyatakan, hasil pemeriksaan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) menunjukkan adanya pecah pada gendang telinga. Namun, kondisi pendengaran korban dan dampak medis akibat cedera tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan tenaga medis.
Dugaan kekerasan ini mendapat sorotan dari Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Tidore. Ketua EK-LMND Tidore, Achmad Rizaldy, meminta pihak sekolah segera menindaklanjuti kasus tersebut.
“Ini masalah serius karena menyangkut masa depan generasi. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan layak bagi semua siswa,” kata Achmad, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut keterangan keluarga, persoalan tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah. Namun, keluarga menilai belum memperoleh solusi konkret, termasuk kepastian mengenai tindak lanjut terhadap siswa yang diduga melakukan pemukulan.
Achmad menyayangkan dugaan kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menilai sekolah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan dan mekanisme penanganan kasus kekerasan antarsiswa.
Ia juga meminta agar dugaan perundungan atau bullying ditelusuri secara cermat untuk memastikan penyebab kejadian dan mencegah peristiwa serupa terulang.
“Kasus ini seharusnya segera ditindaklanjuti dan ditelusuri secara teliti. Jangan sampai ada indikasi bullying antarsiswa yang tidak mendapat penanganan semestinya,” ujarnya.
Korban disebut merupakan warga Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan.(*)

Tinggalkan Balasan