TIMES MALUT – Seorang personel Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara, Bripda M. Rafli Togubu, menjadi korban pengeroyokan di depan Masjid Tanjung Tongowai, Kelurahan Tongowai, Kecamatan Tidore Selatan, Kamis, 2 Oktober 2025 sekitar pukul 03.15 WIT.

Selain dikeroyok, laptop milik korban juga dirampas para pelaku. Saat kejadian, Rafli dalam perjalanan dari rumahnya di Kelurahan Gamtufkange menuju Mako SPN Polda Malut di Kelurahan Gurabati.

Setibanya di lokasi, korban dihentikan sekitar enam hingga tujuh orang yang diduga dalam kondisi mabuk. Awalnya mereka meminta rokok, lalu uang. Karena korban tidak membawa uang tunai, para pelaku memaksa membuka bagasi motor.

Tidak menemukan uang, mereka merampas tas ransel korban yang berisi satu unit laptop MacBook M1. Rafli sempat menahan tasnya dan mengaku sebagai anggota Polri, namun salah satu pelaku justru menantang sambil berkata, “Kalo ngana anggota la bikiapa.”

Usai perkataan itu, korban langsung dikeroyok hingga mengalami luka robek di bagian hidung. Para pelaku kemudian kabur membawa laptop korban.

Korban segera menuju pos penjagaan SPN Polda Malut untuk melaporkan kejadian itu, sebelum membuat laporan resmi di SPKT Polresta Tidore.

Humas Polresta Tidore, Agung, membenarkan laporan tersebut,” Benar, korban sudah melaporkan ke SPKT Polresta Tidore dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Agung juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas malam hari,” Jika menemui hal-hal mencurigakan, segera hubungi kepolisian terdekat,” katanya.

Hingga kini polisi masih memburu para pelaku pengeroyokan dan pencurian tersebut. (*)