TIMES MALUT – Kota Tidore Kepulauan diproyeksikan menjadi salah satu sentra budidaya udang vaname di Maluku Utara.

Penetapan ini sejalan dengan kebijakan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi yang menjadikan udang vaname sebagai komoditas unggulan untuk dikembangkan di setiap daerah.

Kepala Dinas Perikanan Kota Tidore, Hamid A. Latif, mengatakan pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sebesar Rp 3,1 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) guna mendukung program tersebut.

“Program ini ditujukan untuk meningkatkan produksi udang vaname sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya, Senin, 15 September 2025.

Hamid menambahkan, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023, Tidore juga ditetapkan sebagai kampung budidaya udang vaname.

Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membangun 13 kolam bioflok dengan diameter 30 meter, 20 meter, dan 15 meter. Sistem bioflok dipilih untuk mendukung budidaya yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore, Rahmawati Muhammad Sinen, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam program ini.

Menurut dia, pengembangan budidaya udang vaname diharapkan dapat memberi motivasi bagi berbagai pihak untuk berinovasi serta meningkatkan pendapatan keluarga pembudidaya.

“Panen udang vaname diharapkan mampu memenuhi ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan,” kata Rahmawati.

Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, menyatakan program ini perlu terus dikembangkan.

Ia berharap, dalam jangka panjang, Tidore dapat menjadi salah satu daerah utama dalam produksi dan ekspor udang, sehingga memberi dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.***