TIMES MALUT – Selamat tiga tahun terakhir, banyak Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, dibiarkan tidak berfungsi. Ketidakberesan ini bukan hanya mengganggu aktivitas warga pada malam hari, tetapi juga memperlihatkan pembiaran pemerintah daerah terhadap fasilitas publik yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar layanan masyarakat.
Plt Ketua KNPI Tidore Timur, Rustam Hamisi, melontarkan kritik keras kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan yang dinilainya tidak serius menangani persoalan penerangan jalan.
“Penerangan jalan itu kebutuhan dasar, bukan hiasan kota. Kalau pemerintah memang tidak peduli atau tidak sanggup mengurus PJU, lebih baik tiang-tiang besinya dijual saja ke besi tua. Setidaknya masih ada manfaatnya,” sindir Rustam.
Menurutnya, membiarkan banyak PJU mati bertahun-tahun adalah bentuk kelalaian terbuka terhadap keselamatan dan rasa aman masyarakat. Jalanan gelap setiap malam, sementara tiang lampu berdiri tanpa fungsi, seolah menjadi simbol kegagalan pelayanan publik.
“Sekarang PJU itu fungsinya apa? Tidak menerangi, tidak memberi rasa aman. Yang terlihat cuma tiang besi berdiri, bahkan mungkin berkarat, dan dibiarkan. Kalau begitu, wajar kalau rakyat bertanya,” ujarnya.
Rustam menegaskan bahwa penerangan jalan berkaitan langsung dengan keamanan, keselamatan, dan ketertiban umum, sehingga tidak bisa diperlakukan sebagai urusan sepele atau ditunda tanpa batas waktu.
Ia kemudian membandingkan dengan Kota Ternate, di mana persoalan PJU yang tidak berfungsi mendapat perhatian serius. Setelah menjadi atensi, pemerintah setempat mulai melakukan perbaikan terhadap lampu-lampu jalan yang sebelumnya padam.
“Di Ternate bisa bergerak. Artinya ini bukan soal sulit atau tidak bisa. Ini soal ada niat atau tidak. Kalau ada kemauan, lampu menyala. Kalau tidak ada, ya tiang besi cuma jadi pajangan di pinggir jalan,” kata Rustam.
Ia mendesak Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui dinas terkait agar segera melakukan pendataan dan perbaikan menyeluruh terhadap seluruh PJU di Kecamatan Tidore Timur, bukan sekadar reaksi sesaat.
“Jangan tunggu ada korban atau sorotan luas baru sibuk. Mengurus lampu jalan saja tidak tuntas, lalu bagaimana rakyat bisa percaya pada komitmen pelayanan pemerintah?” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan