TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyoroti status Sofifi yang hingga kini masih berstatus kelurahan di bawah Kota Tidore Kepulauan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kendala dalam mengakses berbagai program dari kementerian, terutama yang mensyaratkan status administratif tertentu.

“Status ini membuat Sofifi sulit mendapatkan dukungan langsung dari kementerian,” kata Sherly, saat menggelar pertemuan dengan Komisi V DPR RI, di Ternate, Rabu, 22 April 2026.

Ia pun mendorong agar Sofifi segera memiliki kode wilayah sendiri guna mempercepat pembangunan sebagai ibu kota provinsi.

“Kami mendorong agar Sofifi segera memiliki kode wilayah sendiri,” ujarnya.(*)