TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menerima audiensi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, dan perwakilan Australia-Indonesia Institute, Elena Williams, di Bela Hotel, Ternate, Rabu, 10 Juni 2026.
Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, bisnis, dan program sosial kemasyarakatan. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual yang masuk dalam fokus program Australia di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku Utara.
Dalam pertemuan itu, Elena Williams menawarkan peluang kerja sama melalui program beasiswa bagi masyarakat Indonesia Timur. Menurut dia, peserta dari kawasan tersebut memperoleh kemudahan dalam persyaratan untuk mengikuti program beasiswa jenjang magister dan doktoral di Australia.
“Kuotanya 350 orang per tahun. Untuk program reguler S2 dan S3, topik studi tidak dibatasi,” kata Elena.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat agar semakin banyak peserta dari daerah yang memanfaatkannya.
Menanggapi hal itu, Sherly menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang masih dihadapi Maluku Utara. Di antaranya pembangunan jalan tani yang dibutuhkan untuk mendukung distribusi hasil pertanian masyarakat.
Menurut Sherly, pemerintah daerah saat ini bekerja sama dengan Bamboo Foundation dalam program Satu Rumah Satu Kandang Ayam untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.
Selain itu, ia mengatakan masih terdapat rumah ibadah yang pembangunannya belum selesai dan membutuhkan dukungan pendanaan. Di sektor pendidikan, Sherly juga menyoroti keterbatasan sarana belajar di sejumlah sekolah.
“Masih banyak sekolah yang hanya memiliki lima komputer. Mungkin ada skema pembiayaan yang bisa dikerjasamakan untuk membantu program-program ini,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan