TIMES MALUT — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bertemu dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Kantor Kedutaan Besar Republik Korea, Jakarta, Minggu, 18 April 2027.

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama antara Maluku Utara dan Korea Selatan, khususnya di sektor industri berbasis sumber daya alam.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membicarakan peluang kolaborasi di sejumlah sektor strategis, mulai dari pertambangan, energi, perikanan, hingga pariwisata. Pengembangan kerja sama ini diarahkan pada prinsip keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, serta dampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu yang turut dibahas adalah keterlibatan perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, dalam proyek pengolahan nikel melalui skema joint venture di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dan transparan. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi, termasuk perizinan berusaha, perlindungan lingkungan, serta tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat.

Menurut Sherly, investasi yang masuk ke daerah harus memberi dampak nyata, seperti peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemprov Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Korea Selatan, dengan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemprov juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas investasi sekaligus mendorong praktik industri yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral sekaligus menegaskan posisi Maluku Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis di Indonesia.(*)