TIMES MALUT — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan bahwa tugas petugas haji daerah bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan bentuk pengabdian kepada jemaah haji sebagai tamu Allah SWT.

Hal itu disampaikan Wagub saat memberikan pengarahan pada seleksi petugas haji daerah Provinsi Maluku Utara untuk musim haji 1447 H/2026 M yang berlangsung di lantai 2 Asrama Haji Ngade, Ternate, Kamis, 22 Januari 2026.

“Menjadi petugas haji adalah amanah besar. Niatkan tugas ini sebagai ibadah dan pengabdian yang tulus kepada para jemaah,” ujar Sarbin di hadapan peserta seleksi.

Menurutnya, petugas yang mengedepankan pelayanan akan memperoleh dua kebaikan sekaligus, yakni pahala dari Allah SWT serta kelancaran dalam menjalankan tugas negara.

Sarbin juga menekankan pentingnya skala prioritas dalam pelaksanaan tugas, khususnya saat berada di Masjidil Haram. Ia mengingatkan agar petugas mendahulukan keselamatan dan kebutuhan jemaah.

“Ketika azan dan iqamah sudah dikumandangkan, namun ada jemaah yang tersesat atau membutuhkan pertolongan, maka tugas pelayanan harus diutamakan. Insyaallah, pahalanya tetap dicatat oleh Allah SWT,” tegasnya.

Ia berharap seleksi ini dapat menghasilkan petugas haji yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas pelayan serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

Seleksi petugas haji daerah ini diikuti oleh 22 peserta dari berbagai latar belakang profesi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara bidang Haji dan Umrah H. Muhammad Zaber Walid, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Malut Asrul Galilea, Ketua Panitia Seleksi Syarif Ibrahim, serta jajaran Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji Transit Ternate ini diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji Maluku Utara agar berjalan lebih aman, tertib, dan khidmat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.(*)