TIMES MALUT — Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Maluku Utara, rampung 100 persen sebelum masa kontrak berakhir.
Jembatan yang dikerjakan CV Wosso Mobon tersebut merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara dengan nilai sekitar Rp3,3 miliar.
Direktur CV Wosso Mobon Reza Buang mengatakan, pekerjaan jembatan dipercepat agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Alhamdulillah sudah selesai 100 persen. Kami percepat supaya masyarakat bisa segera menggunakannya. Tetap sesuai spesifikasi teknis Dinas PUPR dan dalam pengawasan konsultan,” ujar Reza, Jumat, 2 Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jembatan tersebut telah selesai dan mulai digunakan masyarakat. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintasi jembatan yang berada di ruas Saketa-Dehepodo itu.
Keberadaan jembatan tersebut penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu penghubung antardesa di wilayah Gane Barat.
Selain menunjang mobilitas warga, jembatan juga digunakan sebagai jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta kebutuhan pokok masyarakat.
Sejumlah warga menyambut baik selesainya pembangunan jembatan tersebut. Mereka menilai akses yang sebelumnya terkendala kini menjadi lebih lancar.
“Kami sangat bersyukur jembatan sudah jadi, aktivitas jadi lancar. Terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara yang sudah peduli kepada kami masyarakat Gane Barat,” ujar salah seorang warga.
Dengan rampungnya pembangunan, masyarakat kini dapat menggunakan jembatan tersebut untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mobilitas antardesa di ruas Saketa-Dehepodo.(*)

Tinggalkan Balasan