TIMES MALUT — Warga Lingkungan Mangga Gole, Kelurahan Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, patungan untuk membuka akses jalan tani sepanjang sekitar dua kilometer.
Warga mengumpulkan dana secara swadaya untuk menyewa excavator yang digunakan membersihkan dan membuka lahan jalan tani di belakang permukiman RT 07 dan RT 08. Setiap kepala keluarga menyumbang Rp100.000. Dari patungan tersebut, terkumpul sekitar Rp10 juta.
Tokoh pemuda Lingkungan Mangga Gole, Abdul Malik Alimuddin, mengatakan rencana membuka jalan tani itu sudah lama menjadi keinginan masyarakat. Akses tersebut dinilai penting karena warga selama ini kesulitan mengangkut hasil perkebunan, terutama pala dan cengkeh.
“Keinginan masyarakat di RT 07 dan RT 08 terkait jalan tani di belakang kampung ini sudah sangat lama. Banyak hasil pertanian berupa pala dan cengkeh yang sulit ketika didistribusikan keluar,” kata Malik, Minggu, 30 Agustus 2026.
Menurut Malik, keputusan menyewa alat berat merupakan hasil kesepakatan warga bersama tokoh masyarakat. Langkah tersebut diambil karena masyarakat ingin membuka akses terlebih dahulu secara mandiri.
Warga berharap pemerintah melanjutkan upaya tersebut dengan membantu merealisasikan pembangunan jalan tani secara permanen.
Malik meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Pertanian, memberi perhatian terhadap kebutuhan jalan tani di wilayah tersebut.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu merealisasikan pembangunan jalan tani di Kelurahan Mafututu, khususnya RT 07 dan RT 08, meski saat ini kondisi anggaran sedang dalam efisiensi,” ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan jalan tani akan membantu memperlancar aktivitas masyarakat dan distribusi hasil perkebunan.
“Kalau torang lihat saat ini hampir di semua wilayah di Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Pulau Tidore, sudah ada jalan tani. Tinggal torang yang belum. Mohon bantuan dan perhatiannya sedikit,” kata Malik.(*)

Tinggalkan Balasan