TIMES MALUT – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara mulai melakukan perbaikan pada tanggul Bendung Sangowo Barat di Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, setelah mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa I BWS Maluku Utara, Muchlis Masud, mengatakan intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat dan memicu limpasan yang menggerus tanggul tanah di sisi kiri bendung.
“Kejadian banjir di Bendung Sangowo Kabupaten Morotai diakibatkan oleh curah hujan tinggi dalam tujuh hari terakhir,” kata Muchlis, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut dia, banjir juga berdampak pada lahan perkebunan warga dan merusak sekitar 17 pohon kelapa.
Tim teknis BWS Maluku Utara bersama kontraktor pelaksana PT PP telah melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan tanggul tanah di sisi kiri bendung mengalami kerusakan sepanjang sekitar 20 meter.
Muchlis menjelaskan, proyek Bendung Sangowo masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.
“Pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan dari PT PP dan penyedia jasa berkomitmen menyelesaikan perbaikan tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, perbaikan akan difokuskan pada area timbunan tanah di sisi kiri bendung. Selain itu, kontraktor juga akan memasang geobag sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir susulan.
Saat ini, alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses penanganan.
“Progress hari ini meliputi pekerjaan pembersihan dan pengukuran. Ekskavator sudah berada di lokasi dan melakukan pembersihan serta pekerjaan tanggul,” kata Muchlis.
BWS Maluku Utara memastikan proses perbaikan akan terus dilakukan hingga kondisi tanggul kembali normal sehingga fungsi bendung dapat berjalan sebagaimana mestinya untuk mendukung kebutuhan irigasi dan sektor pertanian di Pulau Morotai.(*)

Tinggalkan Balasan