TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memastikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN level staf tidak akan dipotong meski pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran.
Hal itu disampaikan Sherly saat memimpin apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin, 9 Maret 2026.
Dalam arahannya, Sherly menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara pada tahun 2026 mengalami pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 20 persen atau sekitar Rp800 miliar.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus melakukan efisiensi di sejumlah sektor.
Meski demikian, Sherly menegaskan bahwa TPP ASN pada level staf, baik PNS maupun PPPK, tidak mengalami pemotongan,“ Laporkan dan koordinasikan kepada pimpinan OPD jika ada pemotongan pada level staf,” kata Sherly.
Ia juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera melengkapi administrasi pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan TPP bagi ASN.
Dalam kesempatan itu, Sherly turut menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Ia berharap momentum Ramadan menjadi pengingat bagi ASN untuk terus menjaga integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas.
Selain itu, Sherly juga mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) atas capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,2 triliun.
Pemerintah daerah, kata dia, bahkan menetapkan target internal yang lebih tinggi, yakni Rp1,5 triliun.
Menurut Sherly, jika target tersebut tercapai, maka APBD Maluku Utara berpotensi mengalami surplus hingga Rp300 miliar.
“Kalau target tercapai, APBD bisa surplus Rp300 miliar dan itu akan digunakan untuk menaikkan TPP ASN,” ujar Sherly.(*)

Tinggalkan Balasan