TIMES MALUT – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sofifi menjalani survei akreditasi yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI), Senin, 15 Desember 2025. Survei ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, mengatakan akreditasi menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar. Menurut dia, perkembangan Kota Sofifi menuntut kesiapan layanan kesehatan yang semakin baik.

“Dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, rumah sakit harus siap memberikan pelayanan yang profesional dan aman bagi masyarakat,” kata Samsuddin.

Selama beberapa hari pelaksanaan survei, tim surveyor LARSI menilai berbagai aspek pelayanan RSJ Sofifi, mulai dari administrasi, manajemen mutu, keselamatan pasien, hingga pelayanan klinis di seluruh unit kerja.

Direktur RSJ Sofifi, dr. Yazzit Mahri, Sp.KJ, M.Kes, menyebut akreditasi bukan sekadar proses penilaian, melainkan sarana evaluasi berkelanjutan untuk menjaga mutu pelayanan rumah sakit. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap pengembangan RSJ Sofifi.

RSJ Sofifi berdiri sejak 2016 dan merupakan rumah sakit khusus jiwa kelas C. Sepanjang 2025, rumah sakit ini melayani 4.412 pasien rawat jalan jiwa dan 76 pasien rawat inap, serta menyumbang Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp3,8 miliar.

Pihak rumah sakit berharap hasil survei akreditasi dapat mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan jiwa bagi masyarakat Maluku Utara.(*)