TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan uang saku kepada seluruh jemaah calon haji (JCH) asal Maluku Utara.
Setiap JCH akan menerima uang saku sebesar Rp1 juta, yang dialokasikan dari efisiensi anggaran pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp1.007.000.000 untuk 1.076 jemaah termasuk petugas haji daerah.
Hal tersebut merupakan terobosan baru Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dalam pelayanan haji tahun ini.
“Anggaran alhamdulillah cukup, dan bonus tahun ini karena terjadi efisiensi, maka ada uang saku kepada jemaah haji per orang Rp1 juta,” ujar Gubernur, Kamis, 24 April 2025.
Sherly bilang, langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dan kenyamanan jemaah yang akan berangkat ke tanah suci.
Gubernur juga memastikan seluruh persiapan teknis keberangkatan jemaah berjalan lancar dan sesuai jadwal.
Kata Sherly, berdasarkan laporan dari Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Malut, Fadly U. Muhammad, seluruh kebutuhan transportasi dan akomodasi telah tersedia.
“Pesawat sudah dibayar, bus penjemputan sudah aman, asrama haji Ternate dan Makassar juga sudah aman, visa dan paspor juga telah selesai, demikian juga tes kesehatan,” kata Sherly.
Istri mendiang Benny Laos ini juga menjelaskan bahwa pembiayaan keberangkatan jemaah dibagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pemprov Maluku Utara menanggung 40 persen, sementara sisanya 60 persen menjadi tanggung jawab kabupaten/kota.***

Tinggalkan Balasan