TIMES MALUT – Janji kampanye Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe mulai terealisasi dalam program prioritas 100 hari kerja di bidang pendidikan.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Daerah. Acara ini disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, di Hotel Bela Ternate.

Sherly Laos menegaskan pentingnya akses pendidikan bagi seluruh anak di Maluku Utara. Ia percaya bahwa pendidikan dapat menjadi solusi untuk menghapus kemiskinan struktural, yang menjadi tantangan utama di wilayah ini.

“Butuh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, baik pemprov, pemkab, maupun pemkot. Selain itu, pihak swasta, pengusaha, dan institusi pendidikan perlu ikut serta dalam mendukung kemajuan pendidikan di Maluku Utara,” ujar Sherly.

Gubernur juga mengajak seluruh Bupati dan Wali Kota untuk mendukung program ini sesuai kemampuan fiskal masing-masing.

Tak hanya itu, Sherly mendorong optimalisasi Corporate Social Responsibility (CSR)sebagai sumber pendanaan tambahan untuk beasiswa, pembangunan infrastruktur pendidikan, pertanian, rumah layak huni, dan jembatan.

Dukungan dari Universitas Khairun Ternate

Rektor Universitas Khairun Ternate, Ridha Ajam, menyampaikan apresiasinya atas kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam memberikan beasiswa untuk putra-putri daerah.

Ridha juga merinci data beasiswa yang telah diterima oleh mahasiswa Maluku Utara dari berbagai sumber:

  • Beasiswa KIP-K (2020-2024): 5.006 orang
  • Beasiswa Adik Papua (2018-2024): 36 orang
  • Beasiswa Bank Indonesia (2020-2024): 250 orang
  • Beasiswa Pemkab Morotai (2021-2024): 83 orang
  • Beasiswa Pemkab Halmahera Selatan (2019-2024): 271 orang
  • Beasiswa Pemkab Halteng (2019-2024): 230 orang

Jumlah beasiswa Pemkab Morotai tahun 2021 sampai 2024 sebanyak 83 orang, Beasiswa Pemkab Halmahera Selatan dari tahun 2019 sampai 2024 sabanyak 271 orang dan jumlah beasiswa dari Pemkab Halteng dari tahun 2019 sampai 2024 sabanyak 230 orang.***