TIMESMALUT – Ketua Asosiasi Sekolah Sepak Bola (ASSB) Kota Tidore Kepulauan, Ismid Hi. Abd. Latif, menegaskan bahwa penyelenggaraan ASSB Junior Fest 2026 yang akan dilangsungkan pada 08 – 12 Juli 2026 merupakan bagian dari komitmen ASSB Kota Tidore Kepulauan dalam membangun fondasi pembinaan sepak bola usia dini yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan sepak bola Maluku Utara.

Menurut Ismid, pembinaan sepak bola tidak boleh dimaknai sebatas menghasilkan juara dalam sebuah kompetisi. Pembinaan merupakan proses panjang untuk membentuk karakter, meningkatkan kualitas teknik, menanamkan sportivitas, serta membangun budaya kompetisi yang sehat sejak usia dini.

“ASSB Junior Fest lahir dari keyakinan bahwa setiap anak berhak memperoleh ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkembang melalui sepak bola. Bagi kami, festival ini bukan tentang siapa yang paling banyak mengangkat trofi, tetapi tentang bagaimana kami menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi pesepak bola yang memiliki kualitas, karakter, dan mental bertanding yang kuat,” ujar Ismid.

Ia menjelaskan, ASSB Junior Fest 2026 akan mempertemukan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara dalam empat kelompok usia, yakni U-9, U-10, U-11, dan U-12. Festival ini dirancang bukan sekadar sebagai kalender kompetisi, tetapi sebagai panggung pembinaan yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik, memperkuat jejaring antar-SSB, serta mendorong lahirnya standar pembinaan sepak bola usia dini yang semakin berkualitas di Maluku Utara.

“Melalui festival ini, kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan atmosfer kompetisi yang sehat. Mereka belajar bekerja sama, menghormati lawan, menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang dewasa, serta membangun kepercayaan diri melalui pengalaman bertanding. Nilai-nilai inilah yang menjadi esensi pembinaan yang kami bangun.”

Lebih lanjut, Ismid menilai bahwa ASSB Junior Fest juga menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh insan sepak bola usia dini di Maluku Utara. Tidak hanya mempertemukan para pemain, tetapi juga pelatih, pengelola SSB, orang tua, perangkat pertandingan, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sepak bola daerah.

“Kami ingin ASSB Junior Fest menjadi titik temu seluruh insan pembinaan sepak bola usia dini di Maluku Utara. Di sinilah para pelatih berbagi pengalaman, orang tua menyaksikan perkembangan anak-anaknya, dan para pemain memperoleh pengalaman bertanding yang berkualitas. Ketika seluruh elemen pembinaan berkumpul dalam satu ruang, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan sepak bola Maluku Utara.”

Sebagai organisasi yang menaungi Sekolah Sepak Bola di Kota Tidore Kepulauan, ASSB juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurut Ismid, pembinaan sepak bola usia dini tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, komunitas olahraga, dan masyarakat.

Semangat kolaborasi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan ASSB Junior Fest 2026 melalui dukungan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Kelurahan Tomagoba yang turut mengambil bagian dalam berbagai aspek pelaksanaan kegiatan.

“Kami mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Khairun. Kehadiran mereka membuktikan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Ketika dunia akademik, masyarakat, dan organisasi olahraga berjalan dalam satu visi, maka dampak yang dihasilkan akan jauh lebih besar bagi perkembangan anak-anak kita.”

Ismid berharap ASSB Junior Fest dapat berkembang menjadi agenda pembinaan sepak bola usia dini yang konsisten, profesional, dan menjadi salah satu ikon pembinaan sepak bola di Maluku Utara.

“ASSB Tidore tidak sedang menyelenggarakan sebuah turnamen. ASSB sedang membangun sebuah ekosistem pembinaan. Kami meyakini bahwa pemain hebat lahir dari sistem yang baik, kompetisi yang berkualitas, pelatih yang terus berkembang, serta kolaborasi yang berkelanjutan. ASSB Junior Fest adalah ikhtiar kami untuk meletakkan fondasi itu demi masa depan sepak bola Maluku Utara,” Jelas Ismid

Ia menambahkan, keberhasilan ASSB Junior Fest nantinya tidak hanya diukur dari jumlah peserta maupun kemeriahan penyelenggaraan, tetapi dari semakin banyaknya anak-anak yang memperoleh kesempatan berkembang melalui sepak bola dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki mimpi besar untuk mengharumkan nama daerah.

“Jika suatu hari nanti lahir pemain nasional bahkan pemain tim nasional Indonesia dari Maluku Utara, kami berharap mereka dapat mengenang bahwa perjalanan itu dimulai dari sebuah festival pembinaan yang memberi ruang untuk bermimpi. Itulah makna sesungguhnya dari ASSB Junior Fest, membangun fondasi bagi lahirnya Future Football Stars dari Maluku Utara,”tutupnya. (On-Kun)