TIMES MALUT – Konten berbagi uang milik Resky Awal Ramadhan, seorang pengemudi ojek online di Kota Ternate, Maluku Utara, viral di media sosial. Ide konten tersebut ternyata berawal dari uang tip penumpang yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit.
Resky mengaku awalnya hanya iseng membuat konten sambil berbagi rezeki. Uang yang digunakan untuk disimpan di sejumlah lokasi bukan berasal dari penghasilan utamanya sebagai driver, melainkan dari tip pelanggan saat bekerja.
“Awalnya cuma coba-coba bikin konten. Dapat tip dari penumpang, terus kepikiran buat berbagi sambil bikin video,” kata Resky saat ditemui di Ternate, Rabu, 20 Mei 2026.
Lokasi pertama yang dipilih untuk membuat konten adalah kawasan Moya. Saat itu, ia menyimpan uang Rp 50.000 untuk dijadikan bahan video.
Video tersebut awalnya hanya ditonton sekitar seribuan kali setelah diunggah pada sore hari. Namun, jumlah penonton meningkat drastis pada malam harinya hingga mencapai sekitar 24.000 tayangan.
“Pas malam buka TikTok lagi, ternyata videonya sudah 24 ribu penonton. Dari situ saya mulai kepikiran lanjut bikin konten seperti itu,” ujarnya.
Resky mengatakan dirinya memang sudah lama ingin menjadi kreator konten. Konten berbagi uang itu kemudian menjadi jalan baginya untuk dikenal lebih luas di media sosial.
Setelah membuat konten di Moya, ia kembali membuat video serupa di sejumlah lokasi lain, seperti Mangga Dua hingga kawasan bundaran di Sofifi. Dalam salah satu video, ia menyimpan uang Rp 150.000 di lokasi tertentu agar dicari warga.
Menurut Resky, seluruh uang yang digunakan untuk membuat konten berasal dari hasil tip penumpang yang dikumpulkan. Sementara penghasilan utamanya sebagai pengemudi ojek online tetap digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kalau ada pelanggan kasih tip Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu, itu saya kumpul. Nanti kalau sudah cukup baru dipakai bikin konten,” katanya.
Di sisi lain, Resky membantah tudingan warganet yang menyebut kontennya hanya gimmick dan uang tersebut diambil kembali setelah video selesai dibuat.
Ia mengatakan setiap orang yang menemukan uang diminta mengirimkan foto atau video sebagai bukti. Dokumentasi tersebut kemudian diunggah di kolom komentar media sosialnya.
“Banyak yang bilang cuma settingan. Padahal yang dapat uang itu ada kirim foto dan video,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan