TIMES MALUT – Warga Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, menyambut antusias kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Sekitar 1.000 paket bahan pangan yang disediakan dalam kegiatan tersebut langsung diserbu masyarakat. Paket tersebut berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula.
Program ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan hingga Idul Fitri.
Awalnya, paket pangan tersebut direncanakan dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp 50.000. Namun, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa paket tersebut dapat dibawa pulang secara gratis karena telah dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.
“Paket ini gratis karena sudah dibayarkan oleh Pak Bupati dan Pak Wakil. Jadi bapak-ibu bisa langsung membawa pulang,” ujar Sherly di hadapan warga.
Sherly mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang dinilai aktif menghadirkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, sejumlah kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan, perumahan, pendidikan hingga layanan kesehatan telah banyak ditangani oleh pemerintah kabupaten.
“Saya senang kalau banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah kabupaten. Saya tinggal fokus pada urusan SMA dan SMK yang memang menjadi kewenangan provinsi,” kata Sherly.
Salah satu warga Wairoro Indah, Sujud (55), mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, janda, dan anak yatim.
“Terima kasih Pak Bupati, Pak Wakil, Ibu Gubernur, dan Pak Wakil Gubernur. Kami merasa terus diperhatikan,” ujar Sujud.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan oleh Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok menjelang Hari Raya.(*)

Tinggalkan Balasan