Times Malut — SSB Bintang Timur memasuki babak baru dalam perjalanannya. Setelah meraih juara kedua Piala KNPI Kota Tidore Kepulauan U-16 Tahun 2026, kepemimpinan SSB Bintang Timur kini resmi dipegang oleh Bustamin Muksin. Prestasi ini menjadi modal penting bagi organisasi untuk melanjutkan pembinaan pemain muda secara berkelanjutan.
Bustamin sebelumnya sukses membawa SSB Bintang Timur U-16 hingga partai final turnamen yang berlangsung di Stadion Marimoi pada 5–9 Februari 2026. Di bawah arahan Bustamin, tim tampil disiplin, solid, dan kompetitif sejak fase penyisihan hingga laga puncak, meski harus puas sebagai runner-up.
Penunjukan Bustamin sebagai ketua tidak lepas dari rekam jejaknya yang mumpuni sebagai pelatih berlisensi resmi. Ia memiliki Lisensi Pelatih Nasional D PSSI yang diperoleh melalui kursus di Salatiga, Jawa Tengah, pada November 2014, serta Coaching Certificate PSSI C yang diakui secara nasional dan berafiliasi dengan AFC. Bustamin bahkan tercatat sebagai satu-satunya putra Maluku Utara yang memperoleh Lisensi D PSSI di Jawa Tengah, menunjukkan pengalaman dan kompetensi yang solid dalam dunia sepak bola.
Sekretaris SSB Bintang Timur, Suyono Sahmil, menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis dan matang. Menurutnya, SSB Bintang Timur membutuhkan pemimpin profesional yang memahami dunia sepak bola. “SSB sempat menghadapi dinamika internal ketika kembali aktif dan intens melakukan kegiatan, tapi itu bagian dari perjalanan organisasi. Kini saatnya berbenah dan menjaga keberlanjutan SSB. Kami tidak ingin SSB mengalami kevakuman lagi,” ujarnya.
Suyono menambahkan, mengelola sepak bola bukan hal mudah. Dibutuhkan kesabaran, pengorbanan, dan dedikasi tinggi. “Dengan ilmu dan semangat juang Bustamin Muksin, kami berharap ia dapat fokus membina bibit muda pesepakbola yang unggul dan profesional. Penunjukan ini juga merupakan langkah untuk melakukan pembaruan organisasi, sekaligus memperkuat fondasi SSB agar lebih stabil dan berorientasi prestasi,” jelasnya.
Suyono juga menjelaskan, SSB Bintang Timur telah terbentuk sejak 2017. Setelah sempat vakum beberapa waktu, organisasi kembali aktif dan berfokus membangun program pembinaan yang intens, terutama untuk kelompok usia dini. Namun, saat kembali bergerak, SSB sempat menghadapi tantangan internal yang menguji stabilitas organisasi, terutama ketika Ketua SSB yang lama memilih untuk mengundurkan diri.
“Itu sebabnya, penunjukan ketua baru dalam kondisi saat ini dilakukan dengan cepat, cermat, memilih sosok yang profesional, berpengalaman, dan benar-benar memahami dunia sepak bola, agar keberlanjutan pembinaan pemain muda tetap terjaga, ” Jelas Suyono.
Terkait markas, Suyono menegaskan, SSB Bintang Timur tetap bermarkas di Lapangan Dowora, tempat latihan dan pembinaan rutin pemain muda. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan untuk membina talenta muda agar dapat berkembang secara maksimal.
“Iya, markas latihan SSB tetap di lapangan Dowora seperti biasanya, dan Kami berharap kepemimpinan Bustamin Muksin, SSB Bintang Timur mampu keluar dari dinamika internal dan kembali fokus pada pembinaan pemain muda secara berkelanjutan, profesional, dan berorientasi prestasi,” tutupnya.
Prestasi runner-up Piala KNPI U-16 menjadi modal awal yang penting, sekaligus motivasi bagi organisasi untuk terus menyiapkan pemain muda yang siap bersaing di level lebih tinggi. Dengan kombinasi pengalaman kepelatihan berlisensi resmi, semangat pembaruan organisasi, dan fokus pada pembinaan berkelanjutan, SSB Bintang Timur optimistis mampu melahirkan talenta muda yang unggul, profesional, dan siap mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola lokal maupun nasional.

Tinggalkan Balasan