TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan Market Sounding Pelaksanaan Konsolidasi dan Kontrak Payung Pekerjaan Konstruksi Jalan Lapen Tahun Anggaran 2026 di Bella Hotel, Ternate, Kamis, 5 Februari 2025.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Utara melalui Asisten I Setda Maluku Utara, Kadri La Etje. Dalam sambutannya, Kadri menegaskan pentingnya konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan prosedur pengadaan agar pembangunan infrastruktur berjalan tertib, berkualitas, dan selesai tepat waktu.
“Pengadaan konstruksi tahun 2026 harus berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Kadri.
Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan konstruksi harus memiliki kualitas yang baik serta berdampak langsung terhadap peningkatan roda perekonomian masyarakat. Menurutnya, ketepatan waktu dan mutu pekerjaan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Kualitas pekerjaan dan ketepatan jadwal sangat penting agar pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Provinsi Maluku Utara, Ir. Hairil Hi. Hukum, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan market sounding ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pekerjaan konstruksi jalan, khususnya pekerjaan tanpa penutup aspal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesepakatan antara pejabat pembuat komitmen dan penyedia jasa terkait spesifikasi, ruang lingkup pekerjaan, mekanisme kontrak, serta tanggung jawab masing-masing pihak,” ujar Hairil.
Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat terbangun kontrak payung yang kuat, implementatif, serta mampu meningkatkan kualitas pekerjaan konstruksi jalan di Maluku Utara. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap ketentuan kontrak, serta komitmen dan kerja sama semua pihak.
Kegiatan Market Sounding ini diikuti oleh pejabat daerah, akademisi, serta pelaku industri jasa konstruksi dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Maluku Utara. Pemerintah Provinsi berharap kegiatan ini dapat mendorong transparansi dan efisiensi pengadaan konstruksi pada Tahun Anggaran 2026. (*)

Tinggalkan Balasan