TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meresmikan gedung SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) hasil program revitalisasi pendidikan Tahun Anggaran 2025. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 5 Kota Ternate, dan ditandai dengan penandatanganan sejumlah prasasti.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Giscard Crons, para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara, baik secara langsung maupun daring, serta para siswa.
Dalam sambutannya, Sherly mengapresiasi jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara yang dinilai mampu mempercepat proses perencanaan dan pelaksanaan revitalisasi sekolah sepanjang 2025.
“Tahun ini pemerintah provinsi merevitalisasi 68 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp 53 miliar yang bersumber dari APBD 2025,” ujar Sherly, Kamis, 2 Februari 2025.
Ia menjelaskan, revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas baru, aula, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran dengan nilai anggaran yang bervariasi di setiap sekolah. Selain menggunakan APBD, pemerintah daerah juga memanfaatkan dukungan APBN.
“Melalui APBN 2025, terdapat 75 sekolah yang direvitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp 92 miliar. Program ini akan berlanjut pada 2026 dengan rencana revitalisasi 72 sekolah, terutama untuk penambahan ruang kelas dan fasilitas penunjang,” kata Sherly.
Sherly mengakui keterbatasan fiskal daerah pada APBD Perubahan 2026 yang hanya mengalokasikan sekitar Rp 15 miliar untuk sektor pendidikan. Kondisi tersebut, menurut dia, dipengaruhi dinamika ekonomi global sehingga pemerintah daerah memfokuskan anggaran pada pembangunan tahap awal, sementara kelanjutan fisik diharapkan didukung APBN.
Selain pembangunan infrastruktur, Sherly menekankan pentingnya pemenuhan sarana teknologi informasi di sekolah. Ia berharap seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara secara bertahap memiliki fasilitas komputer sebagai kebutuhan dasar pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah melaporkan, total anggaran revitalisasi pendidikan 2025 mencapai Rp 53.805.515.000 untuk 68 sekolah. Pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas baru, aula, laboratorium, pagar sekolah, lapangan upacara, ruang guru, toilet, hingga rumah dinas guru.
“Seluruh pekerjaan fisik telah mencapai 100 persen, meski masih terdapat beberapa catatan perbaikan yang akan ditindaklanjuti pada tahun mendatang,” ujar Abubakar.
Ia menambahkan, terdapat sembilan paket pekerjaan utama yang diresmikan pada kesempatan tersebut, di antaranya aula SMA Negeri 5 Ternate, aula SMA Negeri 2 Halmahera Timur, aula SMA Negeri 1 Halmahera Tengah, serta pembangunan ruang kelas baru di sejumlah SMA dan SMK, termasuk di Pulau Taliabu.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara juga menyerahkan donasi kemanusiaan bagi korban bencana alam. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 229 juta, berasal dari sumbangan guru, siswa, serta jajaran dinas pendidikan, dan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk disalurkan sesuai peruntukannya.(*)

Tinggalkan Balasan