Times Malut – Rangkaian kegiatan Lefo Tidore di Kampung Simore Ramadan, Tanjung Gamgau, Kelurahan Mafututu, akan menghadirkan Kelas Menulis dengan tema “Menulis Cerita Rakyat Tidore.”
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 16.00 WIT dan menghadirkan Syahrian M. Khamary, pegiat literasi, sebagai pemateri.
Dalam kelas tersebut, peserta akan mendapatkan materi mengenai teknik mendokumentasikan tradisi lisan ke dalam bentuk tulisan (folklore). Materi ini bertujuan memperkenalkan cara menuliskan kembali cerita rakyat yang selama ini berkembang secara lisan di tengah masyarakat.
Syahrian M. Khamary, yang lebih akrab disapa Riyan Khamari, merupakan penulis asal Tidore yang lahir pada 11 November 1977. Ia menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar Sirongo (1990), kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di Mareku/Rum (1994), serta Sekolah Menengah Atas di Toloa/Soasio (1997).
Dunia sastra bukanlah hal baru bagi Riyan. Ia telah aktif menulis sejak usia muda dan terlibat dalam berbagai kegiatan sastra di radio, di antaranya melalui Acara Serambi Sastra dan Mari Berpantun di RRI Ternate pada tahun 1992–1997, Acara Sastra dan Lagu RRI Gorontalo pada tahun 1995–1997, Puisi dan Lagu RSPD Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 1996–1997, Sastra Muda Indonesia di RRI Jakarta pada tahun 1996, hingga program Suara Jerman DW pada tahun 1998.
Beberapa karya yang pernah ia tulis, antara lain Pelangi Puisi (Kumpulan Puisi RSPD Soasio), Serambi Sastra (Kumpulan Sajak RRI Ternate), Diary Malam (Kumpulan Puisi IBS/Istana FM), Restu Di Laras Senapan (Novel), Naro Oti (Novel), Fatigon My Love (Novel), Kapita Jaleka (Legenda), Madu (Novel), Mafu Gayoba (Legenda), Legenda Afa-Afa (Legenda), Sasi Sariwongo (Novel Sejarah), Loja (Novel Kultur), Teror Jin Toboso (2008), Senja Menabuh Kangen (2003), Cinta Tali Jemuran (2002), Jolo Dou Loko (1998), dan Lung A Peng (1997).
Dengan pengalaman panjang di dunia sastra, kelas menulis ini diharapkan menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami bagaimana cerita rakyat yang selama ini hidup dalam tradisi lisan masyarakat dapat didokumentasikan dalam bentuk tulisan.
Panitia penyelenggara juga mengajak generasi muda di Kota Tidore Kepulauan untuk hadir dan mengikuti kegiatan tersebut. Selain menjadi ruang belajar menulis, kelas ini juga menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari pengalaman seorang penulis yang telah lama berkarya di bidang sastra.
Dengan materi yang akan dibahas, kegiatan ini dinilai menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda yang ingin belajar menulis sekaligus mendokumentasikan cerita rakyat Tidore. Karena itu, peserta dinilai akan rugi jika melewatkan kesempatan untuk mengikuti kelas menulis tersebut.
Kelas menulis ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan literasi dalam program Lefo Tidore yang digelar di Kampung Simore Ramadan. (On)

Tinggalkan Balasan