TIMES MALUT – Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyepakati pembangunan layanan terpadu bagi kelompok rentan, termasuk pengembangan Sekolah Rakyat dan penguatan logistik kebencanaan.

Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan di Kantor Kementerian Sosial, yang turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

“Layanan terpadu untuk Sekolah Rakyat, kelompok rentan, dan logistik kita siapkan. Itu komitmen kita,” ujar Saifullah Yusuf, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, layanan terpadu mencakup penyediaan rumah singgah bagi masyarakat miskin yang menjalani pengobatan di luar daerah asal.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera guna memperluas akses pendidikan.

Dalam aspek kesiapsiagaan bencana, pemerintah menyiapkan gudang logistik sebagai cadangan bantuan darurat di Maluku Utara.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan telah menyiapkan lahan hingga sekitar 10 hektare untuk mendukung pembangunan tersebut.

Saifullah Yusuf mengapresiasi kesiapan pemerintah daerah. Menurut dia, kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan bagi kelompok rentan.

Selain itu, kedua pihak juga sepakat memberdayakan Komunitas Adat Terpencil melalui pembangunan 100 unit hunian bagi warga suku Togutil dengan mengedepankan kearifan lokal.

Program itu juga mencakup dukungan penanganan konflik sosial serta pemulihan ekonomi masyarakat di Maluku Utara.

Gubernur Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Sosial yang dinilai cepat dan tepat sasaran dalam membantu masyarakat.

“Kementerian Sosial selalu hadir membantu masyarakat Maluku Utara. Syukurlah berjalan cepat dan tepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sherly juga meninjau kegiatan pemberdayaan penyandang disabilitas di lingkungan Kementerian Sosial, termasuk berinteraksi dengan pramusaji disabilitas dan mengunjungi galeri karya.(*)