TIMES MALUT – Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Senen menyambut kedatangan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama rombongan di Kota Tidore Kepulauan.

Wali Kota menyampaikan selamat datang dan menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan besar bagi daerah.

Muhammad Senen mengatakan, kehadiran Menteri menegaskan pentingnya warisan sejarah dan kebudayaan Tidore dalam perjalanan bangsa. Apalagi setelah pemerintah pusat menetapkan Sultan Zainal Abidin Syah, Sultan Tidore ke-35, sebagai Pahlawan Nasional.

“Pengakuan negara ini adalah kebanggaan bagi Kesultanan Tidore, masyarakat Maluku Utara, dan seluruh rakyat Indonesia,” kata Wali Kota dalam sambutannya, Kamis, 27 November 2025.

Dalam pertemuan dengan Fadli Zon, Wali Kota Tidore menyampaikan lima program prioritas yang memerlukan dukungan pemerintah pusat. Program tersebut meliputi:

1. Revitalisasi Kawasan Kadaton Kesultanan Tidore sebagai pusat sejarah dan identitas budaya.

2. Pengembangan Museum Sonyine Malige, termasuk kuratorial dan infrastruktur museum.

3. Revitalisasi Kawasan Pusaka Soasio, yang menyimpan jejak perkembangan sejarah Kota Tidore.

4. Revitalisasi Eks Kediaman Gubernur Irian Barat, yang terkait peran Kesultanan Tidore dalam integrasi Irian Barat.

5. Pengusulan Tuan Guru dari Afrika Selatan sebagai Pahlawan Nasional, melalui kajian sejarah bersama sejarawan Indonesia–Afrika Selatan.

Selain program tersebut, Wali Kota juga meminta dukungan Kementerian Kebudayaan untuk dua agenda tambahan, yakni:

• Kerja sama Pemkot Tidore–Kedutaan Besar Spanyol guna mengupayakan pengembalian artefak Kesultanan Tidore yang berada di Spanyol.

• Kerja sama dengan ANRI untuk penyelamatan naskah kuno, arsip kesultanan, dan dokumen sejarah penting lainnya.

Wali Kota menegaskan bahwa Tidore memiliki sejarah besar dan warisan budaya yang kuat.

Dengan dukungan pemerintah pusat, Tidore disebut siap tampil sebagai kota sejarah dunia dan pusat pengembangan kebudayaan di kawasan timur Indonesia.(*)