TIMES MALUT – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta tes urine bagi pejabat eselon II. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Bidadari, Lantai IV Kantor Gubernur Maluku Utara, Selasa, 15 Juli 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta CitaPresiden RI tentang P4GN serta sejalan dengan visi dan misi Gubernur Maluku Utara dalam mewujudkan aparatur pemerintah daerah yang bersih dari narkoba. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada surat BNNP Malut Nomor B/150/VII/KA/PM.00.03/2025/BNNP tertanggal 10 Juli 2025.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, mengapresiasi kepada jajaran BNNP yang telah hadir untuk memberikan advokasi. Ia menilai kegiatan ini sangat penting, mengingat maraknya peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan.
“Terima kasih kepada jajaran BNNP Maluku Utara yang akan mengisi advokasi hari ini. Tentunya kegiatan ini sangat diperlukan di tengah maraknya peredaran narkoba saat ini,” ujar Samsuddin.
Ia menambahkan, meskipun jumlah penduduk Maluku Utara tergolong sedikit, pengawasan terhadap peredaran narkoba tetap menjadi prioritas. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung target Indonesia Emas 2045.
“Narkoba adalah musuh bangsa yang paling berbahaya. Karena itu, kita harus melawannya bersama-sama,” tegasnya.
Samsuddin berharap kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan wawasan para pejabat dan pegawai Pemprov Malut dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika, baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat.
Sementara itu, Kepala BNNP Maluku Utara, Brigjen Pol Budi Mulyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.
“Sosialisasi ini menargetkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar bertanggung jawab serta peduli terhadap persoalan narkoba, sebagaimana yang dicita-citakan Presiden,” jelas Brigjen Budi.
Ia menyebutkan, peredaran narkoba kini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Memerangi narkoba bukan hanya tentang menyelamatkan generasi bangsa, tetapi juga menyelamatkan seluruh sendi kehidupan,” tandasnya.
Dari data yang dipaparkan, sebanyak 75% pengguna narkoba mengaku mencoba karena rasa penasaran, diikuti dengan faktor rendahnya kepercayaan diri. Di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, ganja dan sabu-sabu tercatat sebagai jenis narkoba yang paling banyak beredar.
Brigjen Budi pun mengingatkan bahwa prevalensi narkoba di Maluku Utara tergolong tinggi, sehingga dibutuhkan tekad dan komitmen bersama untuk memeranginya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung aktif dengan kehadiran para pejabat eselon II Pemprov Malut. Selain mengikuti materi sosialisasi, para pejabat juga menjalani tes urine sebagai bentuk komitmen nyata memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan.***

Tinggalkan Balasan