TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengimbau masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara untuk mewaspadai cuaca buruk yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Cuaca ekstrem tersebut ditandai dengan curah hujan tinggi, angin kencang, serta gelombang laut tinggi yang berpotensi membahayakan keselamatan, khususnya bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.

“Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pengguna moda transportasi laut, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk yang terjadi saat ini,” kata Sherly, Sabtu, 24 Januari 2026.

Sherly mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi aturan keselamatan dan memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melaut.

“Jangan sampai membahayakan keselamatan. Jika cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya tidak melaut. Selalu gunakan jaket pelampung yang tersedia untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Berdasarkan surat BMKG Sultan Baabullah Ternate Nomor B/ME.01.05/PDGT/23/KTTE/I/2026, sebagian wilayah pesisir Maluku Utara diperkirakan mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter berpotensi terjadi di perairan sekitar Morotai, Kepulauan Loloda, perairan Gebe, serta wilayah timur Kepulauan Halmahera.

Selain itu, Gubernur Sherly juga meminta pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebelum berangkat.

“Jangan mengabaikan aturan keselamatan, termasuk larangan berlayar dengan muatan berlebih, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini,” katanya.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi cuaca terkini, peringatan dini secara tepat waktu, serta dukungan teknis kepada seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keselamatan masyarakat selama periode cuaca ekstrem di awal tahun ini.

Masyarakat kembali diimbau untuk tidak mengambil risiko yang dapat berdampak fatal dan menyulitkan upaya penanganan apabila terjadi keadaan darurat.(*)