TIMES MALUT — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kehutanan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Revisi Rencana Kehutanan Tingkat Provinsi (RKTP) 2015-2034. Kegiatan yang berlangsung di Gamalama Ballroom Hotel Bella itu dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.

FGD diikuti sekitar 80 peserta, terdiri dari OPD lingkup Pemprov Malut, UPT Kemenhut, akademisi, profesional, LSM, dan komunitas lokal. Sejumlah narasumber hadir, termasuk Deputi Bidang Pemerataan Pembangunan Kemenko Infrastruktur dan Kewilayahan, Dirjen Planologi Kehutanan, Dirjen Perhutanan Sosial, serta Kepala Bappeda.

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly menegaskan revisi RKTP menjadi dasar penting pengelolaan hutan 20 tahun ke depan,” Kebijakan nasional, dinamika politik, serta arah pembangunan RPJMD 2025-2029 menuntut kita meninjau kembali dokumen ini, bukan sekadar rutinitas tahunan,” ujarnya, Kamis, 27 November 2025.

Sherly juga menyoroti potensi besar Maluku Utara di sektor perumahan, pemukiman sosial, dan perkebunan. Ia menyebut 252.813 hektar lahan telah dialokasikan untuk 41 ribu kepala keluarga, namun pemberdayaan penerima manfaat masih belum optimal,” Kami berharap FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk meningkatkan efektivitas program,” tambahnya.

Revisi RKTP akan mengarah pada tiga fokus utama: optimalisasi pemanfaatan ruang untuk pengembangan komunitas dan perkebunan berkelanjutan, peningkatan sinergi pengelolaan hutan sosial, serta penyesuaian kebijakan dengan agenda nasional.

Gubernur juga menyinggung persoalan produktivitas pertanian. Ia mengungkap produksi kelapa Maluku Utara baru sekitar 158 ribu butir, jauh dari potensi optimal yang bisa menembus lebih dari satu juta. Ia menyebut kebutuhan anggaran sekitar Rp 4 miliar per tahun untuk mendukung kebutuhan dasar petani.

“Dengan alokasi yang tepat, kita bisa menyediakan minimal 100 ribu paket bantuan untuk petani dan meningkatkan produksi hingga 1,2 juta butir kelapa per tahun,” kata Sherly.

Menutup sambutannya, Sherly mengajak kementerian, LSM, dan sektor swasta bersinergi mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta berterima kasih kepada Presiden atas dukungan yang diberikan. Ia berharap program penguatan sektor kehutanan dan pertanian dapat segera berjalan.(*)