TIMES MALUT – Harga daging sapi di Kota Ternate, Maluku Utara, diprediksi bakal mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya distribusi sapi dari Halmahera ke Ternate.
Ketua Asosiasi Pedagang Sapi Kota Ternate, Arman Rajak, mengatakan harga daging sapi saat ini masih berada di kisaran Rp 150 ribu per kilogram.
“Kalau sudah mendekati lebaran, satu atau dua hari sebelum Iduladha, harga pasti naik,” ujar Arman saat diwawancarai, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurut Arman, harga daging sapi diperkirakan mulai naik pada H-2 hingga H-1 Iduladha dan bisa mencapai Rp 190 ribu per kilogram.
Ia menjelaskan sebagian besar sapi didatangkan dari Halmahera menggunakan transportasi laut dan darat sehingga biaya distribusi ikut meningkat saat mendekati hari raya.
“Karena sapi kebanyakan didatangkan dari Halmahera menggunakan transportasi laut dan darat, jadi biaya ikut naik,” katanya.
Selain itu, Arman menyebut pasokan sapi di Ternate kini tidak lagi diambil dari kawasan tempat pembuangan sampah karena sudah dilarang.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Ternate agar penjualan sapi dan daging dipusatkan di satu lokasi.
Menurut dia, banyaknya titik penjualan daging saat ini, termasuk di kawasan Kubur Cina, dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami sudah koordinasi dengan Kadis Pertanian supaya penjualan sapi difokuskan di satu tempat. Karena sekarang banyak titik penjualan, salah satunya di Kubur Cina, dan itu mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Arman turut menyoroti kondisi tempat penjualan daging di pasar yang dinilai sudah tidak layak setelah terjadi longsor beberapa waktu lalu.
“Tempat penjualan sekarang sudah tidak layak setelah longsor kemarin. Ini harus jadi perhatian pemerintah kota,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan