TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kembali meluncurkan gebrakan baru di sektor pelayanan publik. Dalam kunjungannya ke Pasar Murah yang digelar di Kecamatan Pulau Hiri, Sherly menggabungkan dua program sekaligus: pasar murah dan cek kesehatan gratis.

Bukan sekadar menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Sherly menjadikan pasar murah sebagai “insentif sosial”. Warga yang lebih dulu mengikuti layanan cek kesehatan gratis mendapatkan prioritas untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Langkah ini disebut sebagai strategi terpadu untuk menekan inflasi sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Hiri.

Provinsi Maluku Utara sendiri saat ini masuk 6 besar nasional dalam cakupan Cek Kesehatan Gratis. Namun Sherly menegaskan, capaian itu bukan alasan untuk berpuas diri.

“Kalau Hiri bisa capai 100 persen cek kesehatan, kita gelar lagi pasar murah di sini,” tegas Sherly, disambut tepuk tangan warga, Senin, 24 November 2025.

Di lokasi, Sherly terlihat beberapa kali berhenti memberikan edukasi langsung kepada warga tentang pentingnya deteksi dini kesehatan. Ia menyebut kebijakan baru ini sebagai cara agar setiap program pemerintah punya dampak nyata: harga stabil, kesehatan terpantau, dan ekonomi masyarakat bergerak.

Program kolaboratif ini disebut sebagai inovasi baru dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Pasar murah yang biasanya fokus pada pengendalian inflasi kini diperluas menjadi alat mobilisasi kesehatan masyarakat.(*)