TIMES MALUT – Suyono Sahmil, Ketua Forum Komunikasi Generasi Muda Kelurahan Dowora (FOMASIGARO), menyampaikan permintaan terbuka kepada pemerintah Kota Tidore Kepulauan agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi Lapangan Dowora yang menjadi sentral aktivitas kepemudaan dan olahraga di wilayah tersebut.
Permintaan ini disampaikan di tengah berlangsungnya turnamen FOMASIGARO CUP 2025, sebuah inisiatif tahunan yang digagas oleh pemuda-pemudi Kelurahan Dowora sebagai bentuk pemberdayaan generasi muda dan penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Turnamen yang mengusung semangat “One Ball, One World” ini menjadi bukti nyata bahwa pemuda Dowora tidak kekurangan semangat dan kreativitas dalam membangun wilayahnya.
Dalam pernyataannya, Suyono menekankan bahwa Lapangan Dowora saat ini masih jauh dari kata layak sebagai fasilitas umum untuk kegiatan olahraga dan sosial. Hal-hal yang paling menjadi sorotan saat ini adalah ketiadaan Tribun Utama dan Tribun untuk Penonton serta Pagar Pembatas Lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi setiap kegiatan yang selama ini telah dijalankan oleh pemerintah. Namun, kami berharap lapangan ini bisa menjadi prioritas karena keberadaannya sangat vital bagi anak muda di Dowora. Fasilitas yang memadai akan menjadi pemicu semangat baru bagi pemuda-pemudi untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Suyono, Kamis, 19 Juni 2025.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa lapangan bukan sekadar ruang bermain bola, melainkan titik temu warga, ruang belajar kepemimpinan, serta tempat berproses bagi banyak anak muda dalam menyalurkan potensi mereka di bidang olahraga, seni, dan kegiatan sosial.
FOMASIGARO sendiri telah membuktikan komitmennya dalam membangun dan memberdayakan generasi muda dengan berbagai kegiatan seperti diskusi diskusi kampung, turnamen olahraga, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan sebelummya.
“Kami di FOMASIGARO tidak hanya bicara, tapi juga bekerja. Kami akan terus bergerak, mendukung pemerintah, dan membangun ruang-ruang kolaborasi. Tapi kami juga butuh dukungan konkret dalam bentuk perbaikan infrastruktur. Kami ingin Lapangan Dowora menjadi simbol kebangkitan pemuda Tidore Timur,” tambahnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga, setelah pelaksanaan FOMASIGARO CUP 2025 dapat segera meninjau langsung kondisi lapangan serta membuka ruang dialog dengan Pemuda dan Masyarakat Dowora agar kebutuhan ini bisa segera ditindaklanjuti.
“Turnamen FOMASIGARO CUP 2025 sendiri menjadi bukti bahwa semangat pemuda Kelurahan Dowora tak pernah padam. Dengan segala keterbatasan fasilitas, para pemuda tetap menunjukkan semangat juang dan kreativitas yang tinggi dalam menyukseskan kegiatan. Oleh karena itu, perhatian pemerintah menjadi hal yang sangat diharapkan demi masa depan generasi muda yang lebih baik, “tutupnya.***

Tinggalkan Balasan