TIMES MALUT – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, untuk menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat. Sebanyak 1.000 masker disiapkan untuk dibagikan kepada warga di Pelabuhan Loleo, Rabu, 21 Oktober 2026.

Aksi sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang menjadi perhatian di Maluku Utara.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan. Sebanyak 1.000 masker diserahkan secara resmi kepada GP Ansor di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (21/10), setelah Ansor mengajukan permintaan bantuan untuk mendukung rangkaian peringatan Hari Santri yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kota Tidore Kepulauan.

Ketua GP Ansor Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, mengatakan bahwa Hari Santri tidak semestinya dimaknai sebatas kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Bagi Ansor, Hari Santri bukan sekadar upacara dan seremoni. Semangat santri harus hadir dalam tindakan nyata, dalam kepedulian terhadap masyarakat, dan dalam keberanian mengambil bagian untuk menjawab persoalan yang sedang dihadapi,” ujar Jafar.

Menurutnya, persoalan kabut asap menjadi salah satu alasan penting bagi GP Ansor untuk menginisiasi pembagian masker. Ia menilai kepedulian terhadap masyarakat perlu diwujudkan melalui langkah konkret, sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

Jafar juga menegaskan bahwa keterlibatan GP Ansor dalam rangkaian Hari Santri merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai elemen Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai badan otonom NU, GP Ansor ingin memastikan semangat kebersamaan tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga tercermin dalam kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai Hari Santri hanya ramai dalam kegiatan, tetapi kehilangan makna pengabdiannya. Ketika masyarakat menghadapi persoalan kabut asap, kepedulian tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata. Harus ada langkah nyata yang bisa dilakukan,” katanya.

Jafar turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan atas dukungan penyediaan masker. Baginya, kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat kegiatan sosial.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Hafsa Temmi, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif GP Ansor yang menghubungkan peringatan Hari Santri dengan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Pada prinsipnya, kami mendukung kegiatan positif seperti ini. Peringatan Hari Santri menjadi semakin bermakna ketika diisi dengan aksi kepedulian yang menyentuh masyarakat,” ujar Hafsa.

Ia berharap pembagian masker dapat mendukung kegiatan peringatan Hari Santri sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan, terutama ketika persoalan kabut asap menjadi perhatian.

Hafsa juga berharap kerja sama antara Dinas Kesehatan dan GP Ansor dapat berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan.

Pembagian 1.000 masker dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan Loleo pada Kamis (22/10), sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan LP Ma’arif NU Kota Tidore Kepulauan.

Melalui kegiatan ini, GP Ansor berharap semangat Hari Santri dapat terus hidup dalam tindakan nyata, kepedulian sosial, dan keterlibatan pemuda dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.(*)