TIMES MALUT – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem akibat fenomena La Nina.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah yang memprakirakan kondisi cuaca Maluku Utara pada 19–25 Februari berawan hingga hujan ringan, dengan peningkatan fluktuatif menjadi hujan sedang pada pagi hingga dini hari.

Menurut Sherly, kondisi geografis Maluku Utara yang didominasi wilayah perbukitan dan perairan membuat daerah ini rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

“Potensi peningkatan curah hujan dapat memicu banjir dan longsor di sejumlah titik, khususnya di lereng perbukitan dan daerah aliran sungai,” kata Sherly, Jumat, 20 Februari 2026.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjut dia, telah menginstruksikan seluruh perangkat desa untuk memantau titik-titik rawan secara berkala.

Sherly juga mengingatkan masyarakat agar belajar dari kejadian banjir yang sebelumnya terjadi di Halmahera Utara dan Halmahera Barat. Ia meminta warga tidak beraktivitas di sekitar pesisir, pantai, maupun area perbukitan saat cuaca ekstrem.

Selain itu, masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD serta tidak mudah terpengaruh kabar bohong yang dapat menimbulkan kepanikan.

Dalam kesempatan tersebut, Sherly menyampaikan enam imbauan kepada masyarakat, yakni:

1. Mengenali potensi bencana di lingkungan sekitar.

2. Melakukan evakuasi ke titik yang telah ditentukan apabila terjadi bencana.

3. Menghindari aktivitas di area pesisir pantai dan perbukitan saat cuaca ekstrem.

4. Menjauhi pepohonan yang rawan tumbang.

5. Memantau prakiraan cuaca sebelum beraktivitas, baik di darat, laut, maupun udara.

6. Mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

Sherly berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan guna menjaga keselamatan bersama.(*)