TIMES MALUT – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa IslamHalmahera Timur menggelar peringatan Milad ke-79 yang dirangkaikan dengan dialog publik di Cafe Pojok, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Selasa, 17 Februari 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi KAHMI Menuju Transformasi Halmahera Timur Berkemajuan” dan dihadiri oleh sejumlah tokoh serta pemangku kepentingan daerah. Empat narasumber hadir dalam dialog publik tersebut, yakni Kepala Bappeda Halmahera Timur Ir Abdul Halim Djen Kipu, Said Mustafa, Mahuba Tuheteru, dan Fatah Sandi.

Dalam pemaparannya, Abdul Halim Djen Kipu menekankan pentingnya refleksi Milad sebagai momentum mempertegas posisi strategis MD KAHMI Halmahera Timur dalam membangun kolaborasi lintas sektor demi percepatan pembangunan daerah.

“Kolaborasi antarlembaga sangat penting untuk melahirkan gagasan dan konsep pembangunan yang terarah, agar tidak terjebak dalam kebingungan kebijakan,” ujarnya.

Pada sesi dialog, peserta juga menyoroti proses penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dinilai membutuhkan waktu panjang dan kajian mendalam. Proses tersebut dinilai harus memperhatikan tidak hanya aspek hukum, tetapi juga dimensi sosial, administratif, dan tata ruang.

Menanggapi hal itu, Abdul Halim menjelaskan bahwa penyusunan Perda RTRW memang memerlukan kehati-hatian. Ia menyebutkan bahwa nomenklatur dalam Perda masih berpotensi mengalami perubahan karena sedang dilakukan analisis lanjutan, termasuk penentuan Key Performance Indicator (KPI).

“Tujuannya agar penerapan Perda tidak mengganggu tata ruang dan keteraturan pembangunan di Halmahera Timur,” kata dia.

Dialog publik tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada internal MD KAHMI maupun Pemerintah Daerah Halmahera Timur. Rekomendasi tersebut meliputi pengembangan kader di bidang kewirausahaan melalui entrepreneur school, penguatan fungsi pengawasan pembangunan, pendirian kampus, penyelenggaraan simposium pertambangan untuk perumusan pola ruang, pengembangan sektor perikanan berbasis hilirisasi, pembangunan daerah berbasis regulasi berkelanjutan, pembentukan forum lingkar tambang, serta peran KAHMI dalam mendukung rekrutmen sekolah dokter.

Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi pemikiran MD KAHMI dalam mendorong pembangunan Halmahera Timur yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan.(nal)