TIMES MALUT – Turnamen Usia 17 Tahun Bintang Timur Cup 2025 kembali menyajikan pertandingan seru pada hari ini, Sabtu, 27 September 2025, di Lapangan Dowora.
Pada laga pembuka pukul 15.00 WIT, 4.2 Football Club dari Lingkungan Akemam akan berhadapan dengan AKM Junior asal Toloa. Pertandingan ini dipastikan menarik karena kedua tim dikenal memiliki semangat juang tinggi serta dihuni pemain muda berbakat yang siap unjuk gigi. Kemenangan akan menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
Sementara itu, laga kedua pukul 16.20 WIT mempertemukan tuan rumah SSB Bintang Timur A dari Kelurahan Dowora melawan SSB Garuda Tomagoba dari Kelurahan Tomagoba. Duel ini diprediksi berlangsung sengit, apalagi Bintang Timur A akan mendapat dukungan penuh dari publik Dowora. Di sisi lain, Garuda Tomagoba datang dengan tekad kuat untuk mencuri poin dan menjaga peluang di fase penyisihan pertama.
Ketua Panitia Bintang Timur Cup 2025, Asriyani Musa, menegaskan bahwa turnamen ini bukan semata-mata ajang perebutan trofi, melainkan wadah pembinaan pemain muda.
“Melalui turnamen ini kami ingin memberikan pengalaman kompetisi yang sehat, mendidik, dan menumbuhkan mental juara bagi anak-anak muda Tidore Kepulauan,” ujar Asriyani.
Ia juga mengajak masyarakat untuk hadir langsung mendukung turnamen ini. Penonton dapat menyaksikan pertandingan dengan membeli karcis masuk Rp10.000,-/Org. Menurutnya, setiap karcis yang terjual bukan hanya untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari fundraising demi kelancaran penyelenggaraan turnamen dan pengembangan sepak bola usia dini melalui Program Kerja SSB Bintang Timur.
Filosofi Turnamen: From Grass to Glory
Lebih lanjut, Asriyani menjelaskan bahwa Bintang Timur Cup 2025 mengusung tagline From Grass to Glory. Filosofi ini lahir dari keyakinan bahwa setiap bintang besar berawal dari lapangan rumput sederhana.
“Dari latihan yang penuh keringat, pertandingan yang membentuk mental, hingga pengalaman jatuh bangun, semuanya menjadi bagian dari perjalanan menuju kejayaan,” jelasnya.
Menurutnya, Lapangan Dowora menjadi simbol bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, dan persaudaraan. Dari sinilah generasi muda ditempa untuk bermimpi besar, mengangkat nama daerah, bahkan suatu hari nanti mampu bersaing di level nasional dan internasional.
“Dengan semangat ini, Bintang Timur Cup 2025 tidak hanya menghadirkan hiburan, melainkan juga menanamkan nilai bahwa kemenangan sejati bukan hanya pada skor akhir, tetapi juga pada proses belajar, sportivitas, dan tekad untuk terus berkembang,” tutup Asriyani

Tinggalkan Balasan