TIMES MALUT – Panitia Seleksi (Pansel) terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) telah mengumumkan tiga nama calon Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Ketiganya segera diajukan ke Presiden Prabowo Subianto.
Tiga nama itu yakni Yuldi Yusman, Ibnu Ismoyo, dan Ahmad Purbaja. Dari daftar tersebut, Ahmad Purbaja menjadi satu-satunya kandidat yang berasal dari birokrasi daerah. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala BPKAD Provinsi Maluku Utara.
Ahmad Purbaja, pria kelahiran Ternate 28 Maret 1978, sebelumnya pernah dipercaya sebagai Pjs Bupati Halmahera Timur pada 24 September 2024. Meski nama resminya tercatat “Purbaja”, dalam keseharian sering ditulis “Purbaya”.
Ia menikah dengan Yanti Thamrin dan memiliki tiga anak: Talita Humaira, Khansa Khaila, dan Mikail Ali.
Purbaja menamatkan pendidikan di SD Negeri 1 Tual dan SMP Negeri 1 Ternate. Ia melanjutkan SMA di Surabaya, kemudian kuliah S1 Teknik Manajemen Industri UPN Veteran Jatim, S2 Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, dan S3 Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya.
Karier birokrasi Purbaja dimulai di Pemkab Halmahera Selatan, dari Kepala Seksi Pembukuan dan Verifikasi, Kepala Bidang Anggaran, hingga Sekretaris dan Plt Kepala DPKAD. Ia kemudian naik ke tingkat provinsi sebagai Kepala Biro Keuangan, lalu Kepala BPKPAD Maluku Utara. Pada 2018, ia digeser menjadi Inspektur Provinsi sebelum kembali memimpin BPKAD pada 2020 hingga kini.
Selama bertugas, ia melahirkan inovasi seperti Samsat Online dan Samsat Terapung. Ia juga menjabat sebagai Ketua KBPP Polri Maluku Utara serta mengikuti berbagai pendidikan kedinasan, termasuk PPRA LXV Lemhannas 2023 dan Diklat PIM I–IV.
Nama Purbaja sempat disebut dalam beberapa perkara. Ia pernah menjadi saksi kasus suap yang menjerat eks Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) terkait TPPU.
Selain itu, ia juga diperiksa Kejati Maluku Utara sebagai saksi dalam dugaan korupsi pengadaan dua kapal “Billfish” di Dinas Perikanan.(*)

Tinggalkan Balasan