TIMES MALUT  — Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencatat peningkatan signifikan cadangan pangan daerah. Jika pada tahun 2024 cadangan beras hanya sebesar 2 ton, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 12.750 ton.

Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Koordinasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) yang diselenggarakan Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara di Aula Yusmar, Selasa, 25 November 2025.

Kegiatan koordinasi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang mewakili Gubernur Maluku Utara. Turut hadir Sekretaris Dinas Pangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Tengah, serta perwakilan dinas ketahanan pangan dari kabupaten/kota.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Asisten I, disampaikan bahwa persoalan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif masyarakat.

“Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Pangan bahwa pemerintah perlu memfasilitasi pengembangan cadangan pangan yang selaras dengan kearifan lokal,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pangan Maluku Utara, Fahmi Al Habsi, menjelaskan bahwa cadangan pangan sebesar 2 ton pada 2024 telah disalurkan kepada warga terdampak erupsi gunung di Kecamatan Ibu. Tahun ini, jumlah cadangan meningkat tajam hingga mencapai 12.750 ton.

“Kenaikan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata Fahmi.

Menutup sambutan, Asisten I menyampaikan harapan agar kegiatan koordinasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi dan menyempurnakan perhitungan kebutuhan cadangan pangan ke depan.

“Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan Maluku Utara dalam menghadapi dinamika pangan dan tekanan inflasi,” ujarnya.(*)