TIMES MALUT – RSUD Chasan Boesoirie Ternate kini punya dua lulusan bergelar doktor dari Program Pascasarjana STIE AMKOP Makassar. Setelah Ferry Adref, kini giliran Fatimah Abbas, yang resmi menyandang gelar doktor.
Fatimah Abbas mulai berkarier di RSUD Chasan Boesoirie sejak 1989 sebagai perawat ruang anak. Selama 36 tahun, ia menempati sejumlah jabatan, mulai dari kepala ruangan, kepala bidang keperawatan, ketua komite mutu dan keselamatan kerja, hingga pernah menjabat Wakil Direktur Keuangan dan Wakil Ketua Tim Anti-Fraud JKN.
Ia juga aktif sebagai surveior akreditasi rumah sakit dan puskesmas, meski kini bertugas sebagai staf pelaksana keperawatan di ruang neuro. Di luar profesi, Fatimah dipercaya sebagai Ketua YKM Muslimat NU Maluku Utara (2024–2029) dan anggota bidang kesehatan PW Muslimat NU (2023–2027).
Dalam disertasinya, Fatimah meneliti Pengaruh Kualitas Pelayanan, Keselamatan Pasien, dan Kepercayaan Pasien Terhadap Loyalitas Pasien Melalui Citra Rumah Sakit dan Kepuasan Pasien pada Rumah Sakit di Kota Ternate.
Ia menegaskan pentingnya pelayanan yang ramah dan konsisten, standar keselamatan pasien yang kuat, serta transparansi informasi demi membangun kepercayaan publik.
“Citra rumah sakit perlu dikelola dengan bukti nyata perbaikan layanan. Kepuasan pasien dijaga lewat pelayanan cepat, nyaman, dan profesional,” kata Fatimah, Sabtu, 20 September 2025.
Fatimah juga menemukan sejumlah persoalan non-medis di RSUD Chasan Boesoirie, seperti sikap pegawai yang kurang ramah, bahasa yang tidak sopan, hingga kenyamanan ruang rawat yang terganggu karena pendingin ruangan dimatikan.
Menurutnya, masalah ini berdampak pada kepuasan pasien yang menurun dan citra rumah sakit yang ikut tercoreng.
Hasil penelitiannya diharapkan bisa memperkaya khazanah manajemen pelayanan kesehatan sekaligus menjadi rujukan bagi peningkatan mutu layanan rumah sakit di Ternate.***

Tinggalkan Balasan