TIMES MALUT – Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Pondok Pesantren Alkhairaat, Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, membawa kabar baik bagi masyarakat.

Selain membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, dalam kegiatan yang berlangsung itu, juga muncul kepastian pembangunan jalan tani bagi petani setempat.

Aspirasi tersebut disampaikan perwakilan petani Desa Maffa yang mengeluhkan akses menuju kebun yang masih terbatas. Saat musim hujan, jalan tanah yang dilalui menjadi licin dan sulit dilewati sehingga menyulitkan petani mengangkut hasil panen.

Warga berharap pemerintah dapat membangun jalan tani sepanjang sekitar 2-3 kilometer agar akses dari kebun menuju jalur distribusi hasil pertanian lebih mudah.

“Kalau musim hujan kami setengah mati mengangkut hasil kebun. Minimal dua sampai tiga kilometer saja sudah sangat membantu petani,” ujar salah satu perwakilan petani.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda memastikan pembangunan jalan tani di Desa Maffa akan segera ditindaklanjuti tahun ini.

“Kita akan kirim tim untuk survei. Tahun ini kita upayakan supaya jalan tani ini bisa segera dibangun,” kata Sherly, Minggu, 8 Maret 2026.

Menurutnya, akses jalan tani sangat penting untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, petani tidak lagi kesulitan membawa hasil panen dari kebun.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut dihadiri ratusan warga Desa Maffa. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan sosial berupa alat bantu dengar dan kaki palsu kepada warga yang membutuhkan.

Muhammad (79), warga Desa Maffa, mengaku senang dengan kabar pembangunan jalan tani tersebut.

“Gubernur datang bawa kabar baik. Bukan cuma sembako murah, tapi jalan tani juga akan dibangun,” ujarnya.(*)